Rabu, 23 April 2008

Ekspresi PANJAT TEBING

Sejarahnya dimulai entah dimana, tumpang tindih seiring waktu... dari bahasa memanjat jelas istilah ini awalnya dari surga, meskipun itu memanjat pohon larangan ... tetapi tetap saja itu memanjat dan dilakukan oleh Adam sang manusia...

Kemudian resmi tercatat oleh sejarah, ketika kaum Bani Israel exodus menuju tanah harapan, dimana seorang Musa merasa perlu memanjat gunung sinai karna perintah Allah...itulah memanjat gunung atau tebing pertama kali menurut pengetahuanku, meskipun tanpa meninggalkan rasa hormat ataupun merendahkan pendapat para pendahulu.

Kemudian ada daerah yang mengakibatkan budaya dan kebiasaan menjadi berbeda...

Yang satu ini mengandalkan peralatan hasil dari pemikiran, "bagaimana caranya agar dapat menaiki, bergantungan dan mencapai titik tertinggi" (aid climbing)

Sedangkan yang satu mengandalkan apa yang dinamakan full kemampuan fisik. Memegang, memijak, meliukkan tubuh mencari keseimbangan grafitasi dalam caranya mengurangi beban kerja otot sewaktu menuju mencapai puncak dan apabila beban kerja tubuh mengalami kelelahan ataupun pada saat yang tak terduga yang tiba - tiba saja.....weiiiit aaaaaaaaaa!! (jatuh)ah.. tergantung ....Alat menjadi pendukung dalam mengamankan pemanjatan. .... (free climbing).

Silahkan saja kita memilah dan memilih mana yang kita sukai dari keduanya, yang jelas itu namanya tetap panjat tebing...meskipun nanti pada perkembangannya akan kita temui banyak sisi muka yang lain.

Bagiku yang memiliki kemampuan yang terbatas, hampir dari beberapa sisi muka yang berbeda pernah dilakoni tanpa harus memojokkan jenis yang lain...

sedikit kita mengutip kata dari beberapa orang teman yang berkata "memang terkadang panjat tebing mampu membuat seseorang merasa special dan melambungkan kita ( setidaknya dalam pikiran)tetapi paling tidak hal ini mampu memotifasi ke arah yang lebih positif, daripada melamun tentang sesuatu yang syuuuuur (hanya latihan satu otot tertentu kalau ini ).

Pertama kita diajari untuk menunggang rasa takut yang kemudian lama - kelamaan, rasa takut itu dipelihara agar kita dapat lebih menghargai sebuah kehidupan dan kesadaran magis bahwa selain memanjat secara fisik kita juga memanjat secara batin (berdoa mas).

Membantu beberapa orang untuk jadi pemanjat... ternyata mudah. Yang rumit adalah ketika membuat pemanjat untuk jadi orang, ini yang rumit, arti dari kalimat disini adalah ketika mereka merasa sangat mampu dan superior sedikit demi sedikit mereka lupa diri (ego), tetapi inilah yang dinamakan sebuah proses, semoga saja nantinya akan bermetamorfosa menjadi lebih baik.

Ketika demam mulai terasa, otot sakit akibat beban yang berlebihan, badan kaku tak bisa digerakkan bagai malaria...pikiranpun tak lantas menyesali apa yang sudah dipilih. Jika memang itu menjadi langkah awal dalam mengawali latihan memanjat tebing, untuk para pemula sebaiknya ikuti saran bagaimana agar kondisi awal tidak menjadi sangat tragis dan berlebihan. Mencari seorang instruktur atau pelatih panjat tebing menjadi keharusan, karena panjat tebing sendiri adalah aktifitas dengan realita resiko, apabila dilakukan tanpa ataupun petunjuk dan ditemani oleh mereka yang paham dan mengerti benar, bukan tidak mungkin kalau itu akan menjadi bumerang.


Zaman semakin maju, parameter semakin jelas, prosedur juga semakin ketat dan terus di sempurnakan, alat sudah banyak dikembangkan...dan matahari bersinar cerah, angin ga kuenceng - kuwenceng banget, apalagi yang kita tunggu.... To Be Continue

0 komentar:

Posting Komentar