Parang Ndog adalah nama sebuah tempat disebelah timur pantai parang tritis. Istilah nama tersebut di ambil dari kata parang yang artinya pereng atau tebing atau jurang , sementara ndog berarti telur. Khabarnya dahulu kala di daerah ini banyak ditemui batu menyerupai telur di sepanjang pantainya.
Tepat diatas pantai parang ndog ada daerah yang bernama "Tebing Watu Gupit" atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Tebing Parang Ndog. Tinggi kurang lebih 80 meter, batuan dari jenis kars kristalin.
Perjalanan menuju Tebing Parang Ndog cukup mudah. Dari terminal Giwangan Jogja naik bis Jatayu tujuan terminal Parang Tritis. Selama perjalanan kita di suguhi suasana pedesaan dengan sawah yang luas, sewaktu gempa besar terjadi, daerah ini adalah termasuk yang terparah. Sampai di Terminal Parang Tritis perjalanan bisa di lanjutkan dengan naik ojeg jurusan watu gupit. Atau kita memilih untuk berjalan kaki? jika ya mari kita menyusuri jalan raya menuju timur kemudian ketika mata menatap plang rute gerilya perjalanan Panglima besar Jendral Sudirman, maka tak ada salahnya jika kita ikuti jalan setapak itu, yang nantinya rute tersebut akan menuju ke "Tebing Parang Ndog".
Perjalanan kita mengikuti rute ini akan sedikit menguras sedikit tenaga ketika mulai melawati beberapa tanjakan, tetapi jangan khawatir dengan itu. Selama perjalanan kita akan disambut dengan ramah penduduk yang akan tersenyum melihat kedatangan kita, anda cukup senyum serta mengucapkan "monggo" yang berarti mari...
Sewaktu perjalanan sampai di depan suatu tempat dimana terdapat sebuah pendapa dan beberapa banngunan beton, maka sampailah kita pada lokasi yang dinamakan pendopo Watu Gupit. Di sini terdapat warung kecil tempat yu Maryati menjajakan makanan dan "degan ijo".
Tebing Parang Ndog mulai di panjat sekitar tahun 1984 oleh para pemanjat dari Jogjakarta. Jalur - jalur yang ada memiliki tingkat kesulitan yang relatif bervariasi. Dimulai dari Selatan ke Utara. Dilokasi pertama kita akan melewati jalur Welcome (TPTY ) , kemudian Oplos (tim Gapadri ), Brandal (Heri kecik, APACHE), Empat Piton (Srikandi,TPTY), setelah itu jalan agak sedikit berhati - hati karena kita akan menuruni jalan setapak. Permukaan tebing agak sedikit lebih bersih dari tumbuhan rambat... kita akan menjumpai sebuah roof kurang lebih 2 meteran disini ada jalur yang dikenal dengan nama BALIHO (Andi APACHE & Friends), tidak jauh disebelahnya akan ditemui jalur dengan nama Crack Besar (rute Klasik) dengan ciri crack yang besar. Agak sedikit maju ke utara ada jalur Cancut (Tedi Ixdiana, Skygers), diutaranya lagi ada jalur Pancasila yang ditandai dengan roof kecil (Agus Asu, Madawirna) biasanya menjadi tempat yang favorit, lokasinya terbuka bersih viewnya bagus , pantai bisa terlihat smooth dari sini. Masih satu lokasi sedikit ke arah utara lagi maka akan ditemui empat buah hanger, rute ini namanya jalur Cemplon(Cemplon, MAPALA UPN). Kemudian tebing berbelok membujur ke arah timur. Dari barat - ke timur ada jalur yang namanya Sapu Jagat (Tedi Ixdiana, Skygers) berfoto di jalur ini sangat luar biasa hasilnya, bisa dicoba deh. Persis di timur jalur Sapujagat ada jalur yang dibuat mengawali Tahun 2000, jalur tersebut dinamakan adalah jalur MILENNIUM (Henry, FPTI DIY) . Diutaranya Pass 2000 ( Ade Luwak Janagiri), Naga mas (Ali).
Tebing akan membujur ke arah utara dimana ada jalur Kabisat (Kumbo&Heri Kecik FPTI DIY), seterusnya adalah Jalur Semut( jalur Klasik), tak jauh di samping sebelah utara terdapat sebuah crack yang lumayan besar, jalur ini dinamakan Samsul Rijal. Sebelah utaranya terdapat beberapa hanger yang terlihat, dahulu terdapat bendera merah putih di top jalurnya, dinamakan Jalur Merah Putih (Kasta Surbakti, GAPADRI), atau lebih dikenal dengan nama "9 Bor". Sebenarnya ada jalur diantara jalur 9 Bor dengan crack Samsul Rijal, dinamakan Jalur UNISBA, yang nantinya top jalur adalah sama dengan topnya samsul rijal. Agak ke utara dari 9Bor ada sebuah jalur yang dinamakan jalur "ASU"(agus asu Madawirna) jalur ini penuh dengan semak belukar. Di sebelah utara tebing Prang ndog ada tebing yang berdiri sendiri terlepas dari Tebing Parang Ndog, Namanya Tebing Ungu jalurnya pun dikenal dengan nama Jalur Ungu (Agus asu Madawirna). Disebelah barat jalur brandal terdapat tebing kecil yang berdiri sendiri, di tebing itu ada jalur yang dinamakan jalur 12 Lewat(tedi ixdiana, Skygers), karena begitu melewati jam 12.00 komplek arael ini terlindung dari sengatan matahari.
Apabila lelah setelah seharian memanjat, ada baiknya jika kita turun ke pemandian air panas Parang Wedang, disana kita bisa berendam air hangat. Sore menjelang di sebelah selatan dari pendopo ada lokasi yang dikenal dengan nama "landasan", sempatkan untuk melihat pantai parang tritis dari sana... Pemandangan laut selatan, garis pantai , komplek Hotel Queen of South.
Disarankan untuk membawa air bersih yang anda bisa dapatkan di pantai parang tritis, karena di kawasan pemanjatan persediaan air sangatlah minim.
Datang dan bermain. Packing peralatanmu, cek semua perlengkapan, jangan lupa bawa bekal yang cukup dan berdoa "Semoga Tuhan menyertai orang - orang berani...Amin".
Senin, 23 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar