Rabu, 16 Juli 2008

Memanjat untuk pemula. seri II

Ada banyak nasehat yang harus dilakukan apabila kita hendak memulai memanjat, tetapi hanya satu kalimat yang manjur yaitu "hati-hati".

1. Lakukan seperti halnya memanjat tangga, bergerak dari satu pegangan ke pegangan yang lain. bergerak dari satu pijakan ke pijakan yang lain, tak perlu buru - buru lakukan se-rilex mungkin. Untuk mengawali belum perlu dahulu menggapai pegangan yang sekiranya tinggi atau jauh, mungkin dengan yang terdekat dahulu. Atau muncul keinginan dengan mencoba memijak terlalu tinggi melebihi dengkul?, ehm... tetapi baiklah, hal itu bisa kamu coba, toh itu bukan hal yang buruk jika kita sudah menggunakan pengaman.

2. Hindari memegang point (pegangan) terlalu over. Hal itu dapat membuat otot lengan menjadi cepat lelah. Pilihlah pijakan atau pegangan yang besar dahulu serta mudah posisinya. Pada saatnya nanti kita mampu untuk pijakan atau pegangan dengan bentuk dan ukuran yang variatif.

3. Pergunakan kakimu juga, seperti halnya penggunaan tangan, untuk itu mata adalah indra yang tepat untuk menuntun/ mengarahkan kaki pada pijakan.

4. Percayai pijakanmu seperti halnya kita berdiri setiap waktu. Jangan hanya terlalu bergantung pada kekuatan tangan, untuk itu percayai pijakanmu.

5. Percaya pada Belayer/ Penambat dan tetap fokus dalam memanjat. Jika kamu menghawatirkan hal itu, maka carilah siapa yang kamu percayai untuk bisa menjadi belayer dalam pemanjatanmu.

6. Konsentrasi pada waktu hendak meraih pegangan/ pijakan dan tetap konsen apabila sudah teraih/ terpijak. Sewaktu ketika kamu akan mampu meliuk berdansa pada dinding dengan sangat tenang dan luwes.

7.Memanjat hanya ke atas dahulu..., dan tentu saja keinginan kita semua untuk mencapai puncak, tetapi tetaplah fokus dahulu pada permasalahan yang ada di depan kita , setahap demi setahap mulai dari start sampai top.

8. Memanjat sebenarnya butuh keseimbangan. cobalah untuk menggunakan tumit untuk memijak sebuah point yang besar. kemudian duduk dengan posisi jongkok/duduk pada tumit tersebut dengan satu kaki menjuntai kebawah , dan tentu saja tetap berpegangan. Bebankan semua berat mu pada tumit dan perlahan pasti akan mendapatkan sudut keseimbanganmu.

9.Ketakutan pada ketinggian adalah kondisi yang normal, sudah menjadi bagian pada kegiatan ini untuk mengontrol rasa takut itu. Lama - lama kita akan sedikit terbiasa dan menjadi biasa. Coba sewaktu ketika dalam posisi yang tidak rumit dimana pegangan dan pijakan bagus, tak ada salahnya untuk melihat kebawah... , sensasi yang tidak biasa menghiasi moment itu.

10. Atur waktumu pada waktu bergerak naik. Perlahan dan pasti, tidak tergesa - gesa, tenang dan hati - hati, bayangkan pergerakkanmu dan lakukan. pergunakan tubuhmu untuk memanjat, meliuk dan bebaskan perasaanmu dengan mencoba gerakan yang bervariatif, hingga pada waktunya kamu akan menikmatinya.


Tidak akan tahu apa yang pernah di alami, jika hanya diam...padahal matahari bersinar cerah, kayaknya tidak ada hujan hari ini, bekal tersedia oleh alam dan kenapa kita belum juga mengenal diri ini...
Mari memanjat!

0 komentar:

Poskan Komentar