Multi-pitch climbing adalah pemanjatan yang memerlukan lebih dari satu stasiun belay (pitch), hal ini disebabkan karena jarak tempuh jalur yang panjang dimana butuh titik pemberhentian sebagai tempat belay atau juga bisa untuk hanging bivoac. Memerlukan peralatan yang cukup, serta jadwal pemanjatan yang diatur sedemikian rupa sehingga pergantian tugas para personil dapat menjadi teratur, hal ini disesuaikan dengan kekuatan serta kemampuan masing-masing personil.
Dikenal dua sistem yang biasa digunakan yaitu Sistem Alpine (Alpine Push) dan Himalayan (Siege Tactic atau Himalayan Style).
Alpine Push adalah system yang mana pemanjat melakukan pemanjatan sampai puncak tanpa turun ke basecamp. Segala aktifitas di luar pemanjatan seperti makan, minum, mck jadi pemanjat selalu berada di tebing saat tidur sekalipun (hanging bivouac), peralatan dan perbekalan harus benar-benar diperhitungkan. Penggunaan sistem ini juga harus memperhitungkan personil yang bertugas untuk mengangkat barang-barang yang banyak tersebut dengan teknik load carry sehingga membutuhkan personil minimal tiga orang (1 orang leader, 1 orang bellayer dan 1 orang load carry). Pemanjatan ini baru dianggap berhasil jika seluruh tim pemanjat telah mencapai puncak.
Himalayan Style di adobsi dari sistem pendakian di pegunungan Himalaya, biasa dilakukan pada medan yang jaraknya cukup jauh, sehingga untuk menuju puncak di perlukan beberapa pitch yang masing masing pitch terhubung dengan tali (Siege tactic/ Pengepungan) guna melakukan sistem drop barang, pada taktik ini tidak semua anggota tim harus mencapai puncak
Perbedaan antara Alpine push dan Himalayan style :
Alpine push | Himalayan style | ||
1. | Peralatan yang digunakan lebih sedikit. | 1. | Alat yang dibutuhkan lebih banyak dan waktu pemanjatan lebih lama. |
2. | Waktu istirahat relatif sedikit. | 2. | Waktu istirahat relatif banyak.
|
3. | Perlu load carry. | 3. | Tidak memerlukan load carry. |
4. | Pendakian berhasil ketika seluruh tim berhasil mencapai puncak. | 4. | Pendakian sudah dikatakan berhasil ketika salah satu anggota tim berhasil mencapai puncak. |
Kelebihan dari system pemanjatan Alpine Push antara lain pemanjat tidak perlu turun pitch yang ada di bawah ataupun kedasar (ground) untuk istirahat ataupun keperluan lain dan naik lagi ke picht terakhir untuk melanjutkan pemanjatan, Jumlah tali yang dibutuhkan lebih sedikit, waktu pemanjatan yang diperlukan akan lebih singkat. Sebaliknya ada beberapa kekurangan, seperti segala sesuatu mulai dari membuka jalur dan yang mengevakuasi barang-barang keperluan diatas harus dilakukan sendiri oleh leader dan bellayer tersebut (termasuk untuk pemasangan lintasan untuk load carry), waktu istirahat jadi berkurang karena terbatasnya personil dengan jumlah pekerjaan dengan jadwal yang padat.
Kelebihan sistem Himalayan style ini adalah dalam pemanjatan cukup dibutuhkan dua personil untuk membuka jalur (leader dan belayer), tidak diperlukan load carry dan hanging bivoak, walaupun hanya satu personel yang mencapai puncak pemanjatan sudah dianggap berhasil, yang terakhir pemanjat dapat melakukan istirahat dengan nyaman dibase camp. Kekurangannya adalah membutuhkan banyak peralatan terutama tali, Panjang tali disesuaikan dengan panjang lintasan yang akan dilakukan dalam pemanjatan, pemanjatan yang menggunakan system ini membutuhkan waktu lebih lama.

0 komentar:
Posting Komentar