Selasa, 07 Oktober 2008

Climbing Prosedure

Langkah - langkah standart yang harus dilakukan apabila akan melakukan pemanjat tebing. Urut - urutan, tata cara atau prosedure ini dimaksudkan agar pelaksanaan pemanjatan dapat berjalan dengan lancar, aman dan tercapai apa yang menjadi maksud dan tujuannya.

Disadari atau tidak sebenarnya hal - tersebut bukanlah sebuah hal baru untuk disepakati dan untuk dilakukan dalam proses pemanjatan.
Untuk lebih jelasnya mari kita uraikan satu persatu.

1. Pemilihan Jalur.
Jalur bisa dipilih melalui literatur, data - data dan informasi dari pemanjat lain ataupun dari pengamatan secara langsung.

2. Orientasi jalur.
hal - hal yang perlu di perhatikan adalah : Morfologi, Jenis Batuan,tinggi medan. sistem pemanjatan, kemampuan personil (SDM), peralatan dan logistik.

3. Persiapan peralatan.
Peralatan yang dibawa adalah peralatan yang sesuai dengan kondisi jalur yang akan dipanjat. Jangan sampai hanya membawa Quickdraws/ Runner pada jalur Trad Climbing atau membawa piton dan pengaman sisip pada jalur sport. Menyusun peralatan pada rak harness dengan mengingat beberapa hal yaitu:
a. Mudah diraih.
b. Efisien dalam pemakaian.
c. Tidak menggangu pemanjatan atau rapi.
d. Mudah di ingat.

4. Pembagian personil.
Tentukan urut - urutan dari pemanjatan, dimulai dari siapa yang menjadi leader, siapa belayer, load carry ataupun siapa yang bertugas claening jalur sampai dengan pemanjatan selesai. Sepakati bersama sistem komunikasi yang akan dipergunakan, hal ini penting untuk di bicarakan terutama bila masing- masing personil saling berjauhan dan butuh untuk berkomunikasi. Sesuaikan tugas menurut kemampuan masing - masing person melihat tingkat kesulitan jalur.

5. Cleaning.
Usaha membersihkan jalur dari pengaman yang dipasang, biasanya dilakukan oleh orang yang paling terakhir melakukan pemanjatan. Cleaning terakhir, saat melakukan cleaning terakhir,pilih pengaman yang menurut penilaian sanggup digunakan dan aman meskipun terjadi hentakan atau beban jatuh, apabila tidak di temukan adanya pengaman lainnya maka prinsip yang dipakai adalah tinggalkan peralatan seminim mungkin,
jangan percayakan keselamatan hanya pada satu buah pengaman saja.

6. Pembuatan catatan pemanjatan.
Setelah selesai melakukan pemanjatan, perlu sekali melakukan pengecekan ulang peralatan, Buatlah catatan yang berisi data - data tebing seperti jenis batuan, ketinggian, letak tebing, nama personil, kronologi pemanjatan, gambar/sketsa lintasan jalur serta pengaman dan pitch, catatan khusus tentang kesulitan teknis sistem pemanjatan sebagai bahan referensi di kemudian hari.




0 komentar:

Posting Komentar