
Atau lebih dikenal dengan "Trad Climbing". Prakteknya seorang leader memanjat dengan mencari, memasang sendiri pengaman, dengan menggunakan beberapa jenis pengaman yang ada. Apabila sport climbing menggunakan pengaman yang sifatnya terpasang dengan permanen maka tidak pada trad climbing. Pengaman pada trad climbing nantinya akan di lepas kembali jika rute telah terlalui.
Traditional climbing murni dilakukan di tebing alam. Salah satu hal yang menjadi prinsip dari pemanjatan ini adalah tidak meninggalkan apapun pada tebing. Pemanjatan ini banyak di lakukan pada rute yang memiliki retakan /crack yang nantinya di perlukan untuk memasang pengaman. Sedikit berbeda dengan sport climbing, trad climbing membutuhkan nyali yang lebih.
Di beberapa tebing alam terdapat beberapa norma / aturan yang tidak tertulis dimana diharamkan mamasang pengaman yang sifatnya permanen ataupun merubah bentuk batuan dengan alasan lingkungan.
Natural Protection
Lubang tembus, batu tanduk, chock stone, pangkal pohon

Dalam beberapa situasi menggunakan pengaman natural lebih menguntungkan dibanding pengaman artifisial. Dengan mengunakan Sling Webbing dengan di jerat pada chockstone, batu tanduk atau di simpul pada lubang tembus seperti yang tertera pada gambar di samping. Tetapi sebelumnya kita juga harus berhati - hati karena pengaman yang terdapat di alam tidak kita ketahui secara pasti kekuatannya. berbeda dengan pengaman artificial yang sudah melalui uji test kekuatan.
1. Baji
Stoppers
Stoppers adalah pengaman sisip yang berbentuk baji, satu set (ukuran 1 sampai dengan 9). Berawal dari penggunaan kelereng sebagai pengaman sisip yang diilhami dari chock stone yang lama kelamaan bermetamorfosis menjadi stopper ataupun hexentrik. Sesuai dengan bentuknya yang menyempit kebawah, stopper di pasang dengan cara di sisipkan pada celah yang menyempit kebawah (pemasangan Vertikal)
atau menyempit keluar (pemasangan Horisontal), atau dengan cara opposite.Hexentrik
2. Camming
Tricam
Pengaman ini di design sebagai pengaman yang menggunakan sistem pengungkit, (dalam fisika dasar terdapat poros, titik tumpu pengungkit), dengan dirancang sedemikian rupa maka apabila diberi beban pada sling maka "tricam" akan terungkit dan mengunci. Hal ini juga berlaku pada hexentrix, dimana ketika slingnya di beri beban maka hexentrik tersebut akan memutar karena terungkit (efektif dipasang pada celah yang sejajar).
catatan :
Tricam memiliki kelemahan yaitu relatif tidak stabil, karena keping dari "cam" yang hanya satu, untuk lebih efektif Tricam dipasang pada celah yang horisontal.
3.Spring-loaded Camming Devices (SLCDs)
Friend.
Atau lebih dikenal sebagai pengaman sisip pegas,salah satu jenisnya adalah "friend" merupakan revolusi dari tricam yang hanya memiliki satu keping saja, friend di design sama dengan hukum pengungkit yang di pakai pada tricam, hanya saja friend memiliki mekanik yang berpegas yang fleksibel. bentuk yang lain adalah lowe ball, lowe ball lebih mirip dengan stopper hanya saja di beri mekanik berpegas yang dapat menyesuikannya pada celah.
Lowe ball.
Choker
Dipergunakan sebagai alat Claening pengaman sisip.



0 komentar:
Poskan Komentar