<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041</id><updated>2011-05-05T21:50:34.937-07:00</updated><title type='text'>mata henry</title><subtitle type='html'>terbaca apa yang dibaliknya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-7448991655226572</id><published>2009-04-08T02:28:00.001-07:00</published><updated>2009-04-08T02:37:46.349-07:00</updated><title type='text'>Waspada</title><content type='html'>&lt;div class="deleteBody"&gt;&lt;h2 class="postTitle" style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;Perjalanan...ehm Menjadi sesuatu adalah takdir manusia, masing - masing akan melakukan suatu perjalanan, yang bentuk - bentuknya sangat bervariatif. Ada ungkapan "Semua orang adalah sejarah", kemudian muncul sebuah pertanyaan yang selalu mengganggu di setiap lintasan waktu..."Apa yang terbaik yang pernah aku lakukan?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kho ping hoo, seorang sastrawan terkemuka, menulis di setiap novelnya, " Berjuta - juta buku telah habis terbaca , tetapi masih tak berarti tanpa perjalanan 1000 Li.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dilakukan karena kepentingan untuk mencapai tujuan. Adakalanya tujuan menjadi tidak begitu penting manakala tujuan tersebut adalah mencapai sesuatu yang sempurna (Utopia), yang terpenting adalah setiap tahapan langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Koki dalam melakukan aktifitasnya menyiapkan sajian masakan, mulai dari membayangkan, merencanakan, mempersiapkan, mengumpulkan, memasak, mencicipi, sampai pada saat menghidangkannya, sudah pasti ia tak mau ada proses tahapan yang terlewatkan. Apa jadinya jika ada jenis bumbu yang tak lengkap, sayur yang lupa terbeli, api yang yang tidak terkontrol, ataupun peralatan masak yang hilang terselip, atau bahkan lupa mencicipi ...!?, wah kurang asin, wah kurang gurih, wah kepedasan dan masih banyak wah yang lain. Cita rasa kurang, pelanggan mulai hilang, bisnis sepi dan akhirnya tutup buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan melewati ruang dan waktu, situasi yang berbeda relatif tidak pernah sama. Hampir selalu ditemukan kondisi yang terkadang rumit untuk melawatinya. Ingat kita berada dalam dunia yang tidak pasti, ini bukan 2 + 2 = 4, tetapi ini adalah sebuah relativitas proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan adalah kejadian yang tak terduga dan tidak diharapkan. Tak terduga karena dibelakang peristiwa itu tidak terdapat unsur kesengajaan, lebih - lebih direncanakan. Tidak diharapkan oleh karena peristiwa kecelakaan disertai oleh kerugian material atau penderitaan yang ringan sampai yang bentuknya paling berat. Setiap keputusan menuntut adanya resiko, semakin berani mengambil resiko dalam bertindak, maka akan disertai pula dengan beban yang bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya adalah faktor - fator yang dapat mendatangkan kecelakaan. Bahaya tersebut disebut potensial, jika faktor - faktor tersebut belum mendatangkan kecelakaan. Jika kecelakaan terjadi maka bahaya tersebut disebut bahaya nyata. Kerugian akibat kecelakaan meliputi kerusakan, kekacauan organisasi/sistem, keluhan/kesedihan, kelainan/cacat, dan kematian. Kecelakaan besar dengan tingkat kerugian yang besar dan fatal biasanya dilaporkan, tetapi kecelakaan kecil jarang sekali dilaporkan. Padahal jumlah kecelakaan kecil lebih banyak terjadi dibandingkan dengan kecelakaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab - sebab kecelakaan digolongkan berbeda antara setiap orang ataupun negara, tergantung dari sudut pandangnya masing - masing. Ada kesamaan umum yaitu disebabkan oleh :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;A. Tindakan manusia yang tidak memenuhi keselamatan (Human Act).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;B. Lingkungan yang tidak aman.&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;C. Sarana atau Peralatan.&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;D. Sistem&lt;/p&gt;&lt;p class="postBody" style="color: rgb(119, 119, 119);"&gt;Hampir kebanyakan atau lebih, kecelakaan yang terjadi adalah akibat kesalahan dan kelalaian manusia. Oleh karena itu perlu adanya tindak lanjut supaya bagaimana potensi bahaya tersebut dapat dicegah (preventif). (AKAN DIBAHAS PADA SESI YANG LAIN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah orang yang bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan , baik pribadi maupun tim. Merespon bahaya sejak dini menjadi keharusan.dan perlu di ingat bahwa potensi bahaya ada pada diri kita masing - masing. Untuk itu selalu waspadai akan kewaspadaanmu.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-7448991655226572?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/7448991655226572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/7448991655226572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2009/04/waspada.html' title='Waspada'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-7323704023098399644</id><published>2008-11-28T10:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T11:39:01.892-08:00</updated><title type='text'>Sekilas tentang Panjat Tebing</title><content type='html'>&lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;Sedikit olahraga yang dapat uji ketahanan fisik dan mental seperti halnya cara panjat tebing .&lt;/span&gt; &lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Jika Anda tertarik untuk mencoba melakukan pemanjatan tebing maka langkah yang anda tempuh adalah mencari informasi sebanyak - banyaknya tentang olah raga petualangan ini di berbagai literatur ataupun situs di internet seperti   &lt;/span&gt;&lt;cite&gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-family: arial;" href="http://fpti-climbing.org/"&gt;www.fpti-climbing.org&lt;/a&gt;&lt;/cite&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt; atau Kunjungi alamat kantor sekretariat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Federasi Panjat Tebing Indonesia&lt;/span&gt; di kota anda, mintalah keterangan pada para pengurusnya  dimana anda dapat bergabung pada club pemanjat tebing yang dapat mengajari anda tentang bagaimana memulai memanjat tebing yang baik, benar serta aman. panjat tebing memerlukan persiapan &lt;/span&gt;&lt;cite&gt;&lt;/cite&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;mental dan fisik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;Pertama pahamilah resiko yang ada pada panjat tebing. kemudian anda perlu memahami klasifikasi dari panjat tebing .&lt;/span&gt; Kemudian beberapa peralatan serta fungsinya perlu di pelajari. Lengkapi dengan pengetahuan tentang simpul dasar, seperti simpul untuk menyambung tali ( Fisherman), simpul jerat (clove hitch,prusik), simpul delapan yang berfungsi sebagai simpul pengikat serta beberapa yang lainnya. Tidak ada salahnya kalau kita mempersiapkan jasmani kita dengan melakukan beberapa jenis latihan fisik seperti joging, pull-up, push-up,back up, sit up serta jenis latihan fisik lainnya. &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;Pada setiap rute pemanjatan tidaklah sama gerakannya, selalu bervariasi serta memiliki tingkat kesulitan yang relatif berbeda pula antara satu dengan rute  yang lainnya, kesemuanya hampir selalu berbeda, yang sama adalah semangatnya. Pada dasarnya jika belum terbiasa akan sedikit memaksa kita mengerutkan dahi , tetapi jika itu sudah menjadi semacam tantangan, hanya ada satu solusinya yaitu buatlah menjadi terbiasa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Panjat tebing juga membutuhkan ketenangan dan kesabaran sewaktu proses belajar sampai pada saat pemanjatannya,&lt;/span&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt; terburu - buru bukanlah hal yang dapat membantu. Ketidak sabaran mengakibatkan hilangnya ketelitian, ini tidak dianjurkan. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Jika Anda mengambil sesuatu perlahan-lahan dan rencana strategis rute Anda, Anda pasti akan berhasil. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;Ketika seorang pemula mengawali pemanjatannya yang pertama, maka akan sulit untuk mengenali dengan baik bagaimana  pegangan dan pijakan &lt;/span&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;.&lt;/span&gt; Anda akan belajar dengan perlahan setiap memanjat naik, bayangkan bagaimana menaiki anak tangga&lt;/span&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (vertikal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Jika Anda sepenuhnya baru untuk itu, Anda mungkin harus memiliki pelatih atau pelatih profesional yang terkenal dengan segala sesuatu yang diperlukan&lt;/span&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;.&lt;/span&gt; Jika Anda ingin melakukannya semua sendiri,  yang paling dapat Anda lakukan adalah hanya menonton orang lain memanjat tebing. &lt;/span&gt;Fikirkan kembali resiko yang diakibatkan oleh olahraga petualangan panjat tebing. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;Panjat tebing mampu mengeluarkan  semangat petualangan di banyak orang.&lt;/span&gt; &lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Jika membaca artikel ini dan telah membuat Anda tertarik untuk mencoba mempelajari panjat tebing dan seterusnya, maka jadikanlah ini sebuah celah yang besar bagi anda dalam menempa kepribadian&lt;/span&gt;&lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;.&lt;/span&gt; Beberapa jam kerja keras, dan kesabaran dapat menggerakkan mekanik  keajaiban dan pada  hari - hari cerah  anda akan senang dengan apa yang anda telah lakukan.&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;MENGAPA PERUT ANDA GENDUT?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-7323704023098399644?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/7323704023098399644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/11/sekilas-tentang-panjat-tebing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/7323704023098399644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/7323704023098399644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/11/sekilas-tentang-panjat-tebing.html' title='Sekilas tentang Panjat Tebing'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-4796879053318021793</id><published>2008-10-10T05:04:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T07:08:40.548-07:00</updated><title type='text'>bolt yang tidak layak</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="2" width="740"&gt;           &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts01.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts02.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts03.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Jelas  piton yang udah ngga layak!&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Baut yang berkarat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Baut yang berkarat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts04.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts05.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts06.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt; expansion bolt  yang berkarat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt; 'screw in' ring bolt yang nongol dan tanpa lem&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Hanger berkarat pada bolt yang juga berkarat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts07.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts08.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts09.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Rantai yang terpasang pada baut yang tidak layak meskipun di beri lem.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Bolt kekecilan yang terpasang pada batu yang lunak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;karat pada  dynabolt&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts11.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts12.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts13.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Lobang baut hanger&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt; kebesaran dan ditutup dengan ring yang berkarat .&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;Baut yang berkarat&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Hanger buatan sendiri dan non-stainless expansion bolt.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts14.jpg" border="0" height="244" width="267" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts15.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts16.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Pembuatan lobang yang buruk sehingga harus ditambal dengan lem.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Ukuran tebal dan diameter ring pada rantai yang tidak aman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Karat pada dynabolt&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts17.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts18.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts19.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;hanger dan bolt yang berkarat di sebuah crack&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Karat  pada &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt; 10mm dynabolt dan hanger buatan sendiri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Hanger yang berkarat dan bengkok tertarik kebawah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts20.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts21.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts22.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Hanger buatan sendiri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Ringbolt yang tidak diberi lem  &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Korosi pada aluminium hanger&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts23.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts24.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts25.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;'eyebolt' / matabor yang kurang panjang sehingga ring bolt kurang masuk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;baut yang berkarat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;ukuran bor terlalu besar dan bolt tidak diberi lem&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts27.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts28.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts29.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Berkarat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;Hanger buatan sendiri yang berkarat&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts30.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts31.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="" rc="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts26.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Berkarat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt; Expansion bolt ukurannya terlalu kecil dan berkarat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;ring bolt yang terbalik ringnya serta miring&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts33.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts32.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts34.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Berkarat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Berkarat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;bolt yang tidak sepenuhnya masuk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts35.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts36.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts37.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Mailon rapid yang berkarat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts38.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts39.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="" rc="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts40.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;                               &lt;td&gt;&lt;span tyle=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Rivet hanger combo. Berbahaya&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt; Pemasangan buruk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts41.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts42.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts43.jpg" border="0" height="267" width="244" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Batu yang akan pecah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Dua bolts pada satu  hanger&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;            &lt;td&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;Baut berkarat yangterlalu nongol dipermukaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;          &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;          &lt;hr /&gt;          &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,Geneva,Swiss,SunSans-Regular;font-size:85%;"  &gt;&lt;a name="bolt museum"&gt;&lt;/a&gt;Dibawah ini ada beberapa contoh bolt, hanger ataupun piton yang tidak layak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.safercliffs.org/images/bad-bolts-museum-wide-50.jpg" border="0" height="601" width="691" /&gt;&lt;/p&gt;     &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-4796879053318021793?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/4796879053318021793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/10/bolt-yang-jelek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/4796879053318021793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/4796879053318021793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/10/bolt-yang-jelek.html' title='bolt yang tidak layak'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-2140111155731139977</id><published>2008-10-10T01:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T04:37:41.834-07:00</updated><title type='text'>Tradisional climbing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8qkr5CV9I/AAAAAAAAALA/C_9UPr-_myg/s1600-h/Anch3.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8qkr5CV9I/AAAAAAAAALA/C_9UPr-_myg/s320/Anch3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255466099910268882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Atau lebih dikenal dengan "&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;Trad Climbing&lt;/span&gt;".   Prakteknya seorang leader memanjat dengan mencari, memasang sendiri pengaman, dengan menggunakan beberapa jenis pengaman yang ada. Apabila &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;sport climbing&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; menggunakan pengaman yang sifatnya terpasang dengan permanen maka tidak pada trad climbing. Pengaman pada trad climbing nantinya akan di lepas kembali jika rute telah terlalui.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:180%;" &gt;T&lt;/span&gt;raditional climbing&lt;/span&gt; murni dilakukan di tebing alam. Salah satu hal yang menjadi prinsip dari pemanjatan ini adalah tidak meninggalkan apapun pada tebing. Pemanjatan ini banyak di lakukan pada rute yang memiliki retakan /crack  yang nantinya di perlukan untuk memasang pengaman. Sedikit berbeda dengan sport climbing, trad climbing membutuhkan nyali yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa tebing alam  terdapat beberapa norma / aturan yang tidak tertulis dimana diharamkan mamasang pengaman yang sifatnya permanen ataupun merubah bentuk batuan dengan alasan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Natural Protection &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt; &lt;/span&gt;Lubang tembus, batu tanduk, chock stone, pangkal pohon&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8tjBehFfI/AAAAAAAAAMA/iwWsVhsC5qc/s1600-h/chockstone.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8tjBehFfI/AAAAAAAAAMA/iwWsVhsC5qc/s320/chockstone.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255469369879762418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa situasi menggunakan pengaman natural lebih menguntungkan dibanding pengaman artifisial. Dengan mengunakan Sling Webbing dengan di jerat pada chockstone, batu tanduk atau di simpul pada lubang tembus seperti yang tertera pada gambar di samping. Tetapi sebelumnya kita juga harus berhati - hati karena pengaman yang terdapat di alam tidak kita ketahui secara pasti kekuatannya. berbeda dengan pengaman artificial yang sudah melalui uji test kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Artifisial Protection&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 255, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;1. Baji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 153); font-weight: normal; font-style: italic;"&gt;Stoppers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;               &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8rEDXZF7I/AAAAAAAAALg/bgBTlolzWMs/s1600-h/nut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 158px; height: 161px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8rEDXZF7I/AAAAAAAAALg/bgBTlolzWMs/s320/nut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255466638787549106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Stoppers adalah pengaman sisip yang berbentuk baji,  satu set (ukuran 1 sampai dengan 9). Berawal dari penggunaan kelereng sebagai pengaman sisip  yang diilhami dari chock stone yang lama kelamaan bermetamorfosis menjadi stopper ataupun  hexentrik. Sesuai dengan bentuknya yang menyempit kebawah, stopper di pasang  dengan cara di sisipkan pada celah yang menyempit kebawah (pemasangan Vertikal)&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO87ULutpWI/AAAAAAAAAMg/u5Yuj7aCWOM/s1600-h/cams.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 140px; height: 583px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO87ULutpWI/AAAAAAAAAMg/u5Yuj7aCWOM/s400/cams.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255484508096800098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; atau menyempit keluar (pemasangan Horisontal), atau dengan cara opposite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Hexentrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8q6vHJWBI/AAAAAAAAALY/1rJ1vu41zhM/s1600-h/hex.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8q6vHJWBI/AAAAAAAAALY/1rJ1vu41zhM/s320/hex.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255466478731876370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                                            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;i&gt;2. Camming&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Tricam&lt;/span&gt;&lt;b style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8re-bEmII/AAAAAAAAAL4/kjVz7W1Ajco/s1600-h/camp_tricams.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 81px; height: 206px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8re-bEmII/AAAAAAAAAL4/kjVz7W1Ajco/s320/camp_tricams.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255467101317273730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengaman ini di design sebagai pengaman yang menggunakan sistem pengungkit, (dalam fisika dasar terdapat poros, titik tumpu pengungkit), dengan dirancang sedemikian rupa maka apabila diberi beban pada sling maka "tricam" akan terungkit dan mengunci. Hal ini  juga berlaku pada hexentrix, dimana ketika slingnya di beri beban maka hexentrik tersebut akan memutar karena terungkit  (efektif dipasang pada celah yang sejajar).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;catatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tricam memiliki kelemahan yaitu relatif tidak stabil, karena keping dari "cam" yang hanya satu, untuk lebih efektif Tricam dipasang pada celah yang horisontal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3.Spring-loaded Camming Devices (SLCDs)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255);"&gt;Friend.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8rU5Pit3I/AAAAAAAAALw/OyhESc0PIc8/s1600-h/BDCamalotc4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8rU5Pit3I/AAAAAAAAALw/OyhESc0PIc8/s320/BDCamalotc4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255466928128046962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Atau lebih dikenal sebagai pengaman sisip pegas,salah satu jenisnya adalah "friend" merupakan revolusi dari tricam yang hanya memiliki satu keping saja, friend di design sama dengan hukum pengungkit yang di pakai pada tricam, hanya saja friend memiliki mekanik yang berpegas yang fleksibel. bentuk yang lain adalah lowe ball, lowe ball lebih mirip dengan stopper hanya saja di beri mekanik berpegas yang dapat menyesuikannya pada celah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 255);"&gt;Lowe ball.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8rL07-R4I/AAAAAAAAALo/clXpgsab__M/s1600-h/slcd_lowe_ballnut_1_400.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 267px; height: 69px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8rL07-R4I/AAAAAAAAALo/clXpgsab__M/s320/slcd_lowe_ballnut_1_400.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255466772353402754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(51, 204, 255);"&gt;Choker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipergunakan sebagai alat Claening pengaman sisip.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO85myUUZZI/AAAAAAAAAMI/Cg7HtwzGC9M/s1600-h/BDNutTool.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO85myUUZZI/AAAAAAAAAMI/Cg7HtwzGC9M/s200/BDNutTool.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255482628669466002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-2140111155731139977?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/2140111155731139977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/10/tradisional-climbing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/2140111155731139977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/2140111155731139977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/10/tradisional-climbing.html' title='Tradisional climbing'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SO8qkr5CV9I/AAAAAAAAALA/C_9UPr-_myg/s72-c/Anch3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-5237357092007280689</id><published>2008-10-07T23:48:00.000-07:00</published><updated>2008-10-08T00:37:25.975-07:00</updated><title type='text'>Climbing Prosedure</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;Langkah - langkah standart yang harus dilakukan apabila akan melakukan pemanjat tebing. Urut - urutan, tata cara atau prosedure ini dimaksudkan agar pelaksanaan pemanjatan dapat berjalan dengan lancar, aman dan tercapai apa yang menjadi maksud dan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak sebenarnya hal - tersebut bukanlah sebuah hal baru untuk disepakati dan untuk dilakukan dalam proses pemanjatan.&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya mari kita uraikan satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Pemilihan Jalur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jalur bisa dipilih melalui literatur, data - data dan informasi dari pemanjat lain ataupun dari pengamatan secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;2. Orientasi jalur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;hal - hal yang perlu di perhatikan adalah : Morfologi, Jenis Batuan,tinggi medan. sistem pemanjatan, kemampuan personil (SDM), peralatan dan logistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;3. Persiapan peralatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peralatan yang dibawa adalah peralatan yang sesuai dengan kondisi jalur yang akan dipanjat. Jangan sampai hanya membawa Quickdraws/ Runner pada jalur Trad Climbing atau membawa piton dan pengaman sisip pada jalur sport. Menyusun peralatan pada rak harness dengan mengingat beberapa hal yaitu:&lt;br /&gt;         a. Mudah diraih.&lt;br /&gt;         b. Efisien dalam pemakaian.&lt;br /&gt;         c. Tidak menggangu pemanjatan atau rapi.&lt;br /&gt;         d. Mudah di ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;4. Pembagian personil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentukan urut - urutan dari pemanjatan, dimulai dari siapa yang menjadi leader, siapa belayer, load carry ataupun siapa yang bertugas claening jalur sampai dengan pemanjatan selesai. Sepakati bersama sistem komunikasi yang akan dipergunakan, hal ini penting untuk di bicarakan terutama bila masing- masing personil saling berjauhan dan butuh untuk berkomunikasi. Sesuaikan tugas menurut kemampuan masing - masing person melihat tingkat kesulitan jalur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;5. Cleaning.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Usaha membersihkan jalur dari pengaman yang dipasang, biasanya dilakukan oleh orang yang paling terakhir melakukan pemanjatan. Cleaning terakhir, saat melakukan cleaning terakhir,pilih pengaman yang menurut penilaian sanggup digunakan dan aman meskipun terjadi hentakan atau beban jatuh, apabila tidak di temukan adanya pengaman lainnya maka prinsip yang dipakai adalah tinggalkan peralatan seminim mungkin, &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;jangan percayakan keselamatan  hanya pada satu buah pengaman saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 102);"&gt;6. Pembuatan catatan pemanjatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai melakukan pemanjatan, perlu sekali melakukan pengecekan ulang peralatan,  Buatlah catatan yang berisi  data - data tebing seperti jenis batuan, ketinggian, letak tebing, nama personil, kronologi pemanjatan, gambar/sketsa  lintasan jalur serta pengaman dan pitch, catatan khusus tentang kesulitan teknis sistem pemanjatan  sebagai bahan referensi di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-5237357092007280689?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/5237357092007280689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/10/climbing-prosedure.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/5237357092007280689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/5237357092007280689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/10/climbing-prosedure.html' title='Climbing Prosedure'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-6195094983228817010</id><published>2008-09-28T10:21:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T12:12:45.022-07:00</updated><title type='text'>Big Wall Climbing</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-style: italic;font-size:180%;" &gt;B&lt;/span&gt;ig Wall Climbing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;,  pemanjatan ini  dilakukan sampai berhari-hari, karena rute pemanjatan yang panjang maka dikenal pula  istilah multy pitch.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Multi-pitch climbing&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;  adalah pemanjatan yang memerlukan lebih dari satu stasiun belay (pitch), hal ini disebabkan karena jarak tempuh jalur yang panjang dimana  butuh titik pemberhentian sebagai tempat belay atau  juga bisa untuk hanging bivoac. Memerlukan peralatan yang cukup, serta jadwal pemanjatan yang diatur sedemikian rupa sehingga pergantian tugas para personil dapat menjadi teratur, hal ini  disesuaikan dengan kekuatan serta kemampuan masing-masing personil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dikenal dua sistem yang biasa digunakan yaitu Sistem Alpine (Alpine Push) dan Himalayan (Siege Tactic atau Himalayan Style).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 102);font-family:verdana;" &gt;Alpine Push&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; adalah system yang mana pemanjat melakukan pemanjatan sampai puncak tanpa turun ke basecamp. Segala aktifitas di luar pemanjatan seperti makan, minum, mck jadi pemanjat selalu berada di tebing saat tidur sekalipun (hanging bivouac), peralatan dan perbekalan  harus benar-benar diperhitungkan. Penggunaan sistem ini juga harus memperhitungkan personil yang bertugas untuk mengangkat barang-barang yang banyak tersebut dengan teknik load carry sehingga membutuhkan personil minimal tiga orang (1 orang leader, 1 orang bellayer dan 1 orang load carry). Pemanjatan ini baru dianggap berhasil jika seluruh tim pemanjat telah mencapai puncak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 153);"&gt;Himalayan Style&lt;/span&gt;  di adobsi dari sistem pendakian di  pegunungan Himalaya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;  biasa dilakukan pada medan yang jaraknya cukup jauh, sehingga untuk menuju puncak di perlukan beberapa pitch  yang masing masing pitch terhubung dengan tali (Siege tactic/ Pengepungan) guna melakukan sistem drop barang, pada taktik ini tidak semua anggota tim harus mencapai puncak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perbedaan antara Alpine push dan Himalayan style :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:78%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;table  style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; width: 467px; height: 207px;font-family:verdana;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" valign="top" width="295"&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;" class="style2 style4" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alpine push&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="style2 style4" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td colspan="2" valign="top" width="289"&gt;&lt;p class="style5" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Himalayan style&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="28"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="268"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Peralatan yang digunakan lebih sedikit. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="28"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="262"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alat yang dibutuhkan lebih banyak dan waktu pemanjatan lebih lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="28"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="268"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu istirahat relatif sedikit. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="28"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="262"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Waktu istirahat relatif banyak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="28"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="268"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perlu load carry. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="28"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="262"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tidak memerlukan load carry.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="28"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="268"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendakian berhasil ketika seluruh tim berhasil mencapai puncak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="28"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="262"&gt;&lt;p class="style1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendakian sudah dikatakan berhasil ketika salah satu anggota tim berhasil mencapai puncak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelebihan dari system pemanjatan Alpine Push  antara lain pemanjat tidak perlu turun pitch yang ada di bawah ataupun  kedasar (ground) untuk istirahat ataupun keperluan lain dan naik lagi ke picht terakhir untuk melanjutkan pemanjatan, Jumlah tali yang dibutuhkan lebih sedikit, waktu pemanjatan yang diperlukan akan lebih singkat. Sebaliknya ada beberapa kekurangan,  seperti segala sesuatu mulai dari membuka jalur dan yang mengevakuasi barang-barang keperluan diatas harus dilakukan sendiri oleh leader dan bellayer tersebut (termasuk untuk pemasangan lintasan untuk load carry), waktu istirahat jadi berkurang karena terbatasnya personil dengan jumlah pekerjaan dengan jadwal yang padat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kelebihan sistem Himalayan style ini adalah dalam pemanjatan cukup dibutuhkan dua personil untuk membuka jalur (leader dan belayer), tidak diperlukan load carry dan hanging bivoak, walaupun hanya satu personel yang mencapai puncak pemanjatan sudah dianggap berhasil, yang terakhir pemanjat dapat melakukan istirahat dengan nyaman dibase camp. Kekurangannya adalah membutuhkan banyak peralatan terutama tali, Panjang tali disesuaikan dengan panjang lintasan yang akan dilakukan dalam pemanjatan, pemanjatan yang menggunakan system ini membutuhkan waktu lebih lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-6195094983228817010?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/6195094983228817010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/big-wall-climbing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/6195094983228817010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/6195094983228817010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/big-wall-climbing.html' title='Big Wall Climbing'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-754764557683622378</id><published>2008-09-28T03:04:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T03:22:01.562-07:00</updated><title type='text'>Gaya penuntasan jalur</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0);" class="entry"&gt;       &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Beberapa gaya dalam penuntasan jalur yang sering digunakan, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;On Sight Free Solo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pemanjat tanpa menggunakan tali kernmantel dan peralatan pengaman lainnya, untuk pertama kali bagi pemanjat tanpa informasi apa-apa dan dapat menuntaskan jalur tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Free Solo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pemanjatan suatu jalur tanpa menggunakan tali, tetapi pernah mencoba walaupun belum hafal jalur tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Worked Solo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pemanjatan tanpa tali, tetapi sebelumnya pernah berkali-kali sampai benar-benar hafal seluruh bentuk permukaan tebing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold;"&gt;On Sight Flash atau Vue&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Memanjat suatu jalur tanpa pernah mencobanya, melihat pemanjat lain di jalur yang sama, juga tidak pernah mendapatkan informasi apa-apa. Memanjat menggunakan tali sebagai perintis jalur (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;leader&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;) dan memasang pengaman (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Running belay&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;). Pemanjat juga tidak sekalipun jatuh dan istirahat disepanjang jalur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Beta Flash&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pemanjatan tanpa mencoba dan melihat orang lain dijalur tersebut, namun telah mendapatkan informasi tentang jalur pemanjatan, pemanjat naik dan tanpa istirahat disepanjang jalur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Dejavu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Seorang pemanjat sudah pernah memanjat suatu jalur sekian tahun sebelumnya dan gagal menuntaskan. Setelah sekian tahun dengan kemampuan yang lebih baik pemanjat kembali dengan sedikit ingatan tentang jalur tersebut dan berhasil menuntaskan pada percobaan pertama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Red Point&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Memanjat suatu jalur yang telah dipelajari dengan sangat baik, tanpa jatuh dan memanjat sambil memasang pengaman sebagai perintis jalur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pink Point&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Memanjat suatu jalur yang telah dipelajari dengan sangat baik tanpa jatuh dan memanjat dengan menggunakan pengaman yang telah terpasang ditempatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold;"&gt;Brown Point&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Kategori ini menggunakan berbagai taktik, strategi atau trik untuk mempelajari sekaligus mencoba menuntaskan suatu jalur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;font-size:180%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;font-size:180%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-754764557683622378?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/754764557683622378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/gaya-penuntasan-jalur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/754764557683622378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/754764557683622378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/gaya-penuntasan-jalur.html' title='Gaya penuntasan jalur'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-8247613440639807059</id><published>2008-09-26T12:17:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T06:44:56.079-07:00</updated><title type='text'>Sport Climbing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3TfF5h6yI/AAAAAAAAAKo/Fz-5Fe4tIN8/s1600-h/HENRY19.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3TfF5h6yI/AAAAAAAAAKo/Fz-5Fe4tIN8/s320/HENRY19.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250585271696747298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:180%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;   &lt;p class="Body"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 153);"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;port Climbing adalah bentuk variasi dari Panjat tebing, dimana pengaman terpasang di sepanjang rute pemanjatan, bisa sebuah bolt, piton atau jenis pengaman lainnya. jenis pemanjatan ini sangat populer di kalangan pemanjat tebing sudah barang tentu hampir sebagian besar dari mereka melakukan sport climbing sebagai aktifitas  utama.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Body"&gt;Sport climbing hanya membutuhkan beberapa peralatan yang hampir sama dengan top - rope climbing, hanya saja jumlah runner atau quickdraw lebih banyak dan di sesuaikan dengan banyaknya jumlah pengaman yang tertanam pada tebing. Dengan begitu kita dapat menghemat biaya tanpa harus membeli berbagai macam pengaman - pengaman artificial dan tidak perlu bersusah payah mencari celah untuk piton atau memasang bolt.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p&gt;&lt;a href="http://climbing.com/print/techtips" class="ClimbingLink"&gt;Sport Climbing Tips&lt;/a&gt;&lt;span class="Body"&gt; - Ada beberapa tips yang dapat kita ketahui jika kita ingin memulai  untuk pertamakali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div id="Layer1" style="border: 1px none rgb(0, 0, 0); position: absolute; left: 604px; top: 113px; width: 390px; height: 127px; z-index: 46; background-image: url(Images/PageHeaderClimbing.gif);"&gt; &lt;!-- SiteSearch Google --&gt; &lt;form method="get" action="http://www.outdoorswithdave.com/search_results.htm" target="_top"&gt; &lt;table border="0"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="left" height="32" nowrap="nowrap" valign="top" width="21"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td nowrap="nowrap"&gt; &lt;input name="domains" value="outdoorswithdave.com" type="hidden"&gt; &lt;label for="sbi" style="display: none;"&gt;Enter your search terms&lt;/label&gt; &lt;input name="q" size="30" maxlength="255" value="" id="sbi" type="text"&gt; &lt;label for="sbb" style="display: none;"&gt;Submit search form&lt;/label&gt; &lt;input name="sa" value="Google Search" id="sbb" type="submit"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span class="hidden"&gt;&lt;input name="sitesearch" value="outdoorswithdave.com" checked="checked" type="radio"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td nowrap="nowrap"&gt; &lt;input name="client" value="pub-3433809066685679" type="hidden"&gt; &lt;input name="forid" value="1" type="hidden"&gt; &lt;input name="channel" value="1739324585" type="hidden"&gt; &lt;input name="ie" value="ISO-8859-1" type="hidden"&gt; &lt;input name="oe" value="ISO-8859-1" type="hidden"&gt; &lt;input name="safe" value="active" type="hidden"&gt; &lt;input name="cof" value="GALT:#808080;GL:1;DIV:#FFFFFF;VLC:CC0000;AH:center;BGC:FFFFFF;LBGC:FFFFFF;ALC:A40F0F;LC:A40F0F;T:333333;GFNT:808080;GIMP:808080;FORID:11" type="hidden"&gt; &lt;input name="hl" value="en" type="hidden"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/form&gt;&lt;!-- SiteSearch Google --&gt;&lt;/div&gt;Lihat terlebih dahulu beberapa peralatan yang di pergunakan untuk sport climbing, nama, jenisnya, terbuat dari apa bahan dasarnya, unjuk kerjanya, bagaimana kekuatannya atau  kelemahannya, perawatannya, apa yang boleh (recommended) , apa yang tidak boleh (not recommended) dan apa saja yang kamu ingin tambahkan sebagai bahan referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai dengan setting terlebih dahulu quickdraw( Runner) pada rak harness. Pasang dan copot dari rak (simulasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian pasang runner/Quickdraw pada hanger bolt (simulasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN1ExVACCYI/AAAAAAAAAI4/jW87zhl2pR0/s1600-h/sport_gear.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN1ExVACCYI/AAAAAAAAAI4/jW87zhl2pR0/s320/sport_gear.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250428354825423234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagian lain adalah cara memasukan tali pada runner yang terpasang (simulasi) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;a. Menggunakan satu tangan (tangan kanan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3HDBRn-LI/AAAAAAAAAJo/f38lqLzHZEw/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3HDBRn-LI/AAAAAAAAAJo/f38lqLzHZEw/s200/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250571595279759538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jepit tali dengan ibu jari dan jari telunjuk&lt;br /&gt;jari manis meraba Carabiner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3Lp1S0N2I/AAAAAAAAAKA/yjdDfI-OZ_U/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3Lp1S0N2I/AAAAAAAAAKA/yjdDfI-OZ_U/s200/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250576660124940130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tekuk perlahan jari manis seraya mendekatkan&lt;br /&gt;lipatan tali yang di jepit jari jempol dan jari telunjuk&lt;br /&gt;pada pintu karabiner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3L0YS-bZI/AAAAAAAAAKI/wkjC9J5_VjU/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3L0YS-bZI/AAAAAAAAAKI/wkjC9J5_VjU/s200/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250576841319542162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; tekan sampai tali benar - benar sudah masuk&lt;br /&gt;ke dalam karabiner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;b. Menggunakan satu tangan (tangan kiri)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3NnSXs7hI/AAAAAAAAAKQ/ive3wkRSck0/s1600-h/kiri1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3NnSXs7hI/AAAAAAAAAKQ/ive3wkRSck0/s200/kiri1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250578815413710354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jepit tali dengan jari manis dan kelingking&lt;br /&gt;sementara jari tengah dan telunjuk menjepit&lt;br /&gt;bagian tali yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3NuDF3kJI/AAAAAAAAAKY/3iqDy6JnayE/s1600-h/kiri2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3NuDF3kJI/AAAAAAAAAKY/3iqDy6JnayE/s200/kiri2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250578931571462290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;arahkan lipatan tali di jari tengah dan telunjuk&lt;br /&gt;mendekati pintu karabiner.&lt;br /&gt;tempatkan jompol pada badan belakang karabiner.&lt;br /&gt;tekan dan masukkan tali kedalam karabiner&lt;br /&gt;sampai benar benar masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada saat pemasangan hindari pemasangan tali seperti pada gambar di bawah ini. Karena sering terjadi kasus lepasnya tali dari carabiner pada saat pemanjat jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p span="" class="Lead"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN1C0Y_4b2I/AAAAAAAAAIo/aWqq70UQlPM/s1600-h/clip+runner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN1C0Y_4b2I/AAAAAAAAAIo/aWqq70UQlPM/s320/clip+runner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250426208414887778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;lakukan simulasi ini berulang - ulang sampai kamu benar-benar menguasainya. Dan perlu untuk diingat tidak perlu buru - buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN1C0Y_4b2I/AAAAAAAAAIo/aWqq70UQlPM/s1600-h/clip+runner.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p span="" class="Lead"&gt;&lt;span class="Body"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p span="" class="Lead"&gt;&lt;span class="Body"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" span="" class="Lead"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adakah yang ingin ditanyakan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p span="" class="Lead"&gt;Pastikan ini semua berada dalam pengawasan seorang instruktur yang berpengalaman sebelum kamu mencoba di tebing alam, karena apa yang sudah kamu baca di buku dan internet jelas tidak cukup dan bukan jaminan atas desakan keinginan liarmu . Ada beberapa hal yang harus kamu mengerti, seperti Prosedur pemanjatan, bahaya potensial dan &lt;a href="http://matahenry.blogspot/2008/09/etika-panjat-tebing.html"&gt;Etika panjat tebing&lt;/a&gt;. Yang perlu di perhatikan dalam sport climbing adalah pemilihan panjangnya runner /quick draws disesuaikan dengan letak pengaman pada jalur. Sering sekali terjadi pemasangan tali yang terlihat zig-zag, hal ini sangat berbahaya tentunya. Selain terjadi friksi tali pada carabiner yang mengakibatkan pemanjat sulit bergerak naik ke atas,  kemungkinan besar dapat terjadi pula friksi tali pada permukaan tebing disaat si pemanjat telah jatuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p span="" class="Lead"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Body"&gt; &lt;strong style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Get safe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Body"&gt;Mulailah untuk belajar mengendalikan diri, disini kita dituntut untuk selalu safety yaitu dengan  teliti dalam memulai proses belajar. Pastikan jumlah  runner/quickdraw sesuai dengan jumlah pengaman pada rute/ jalur sebelum memulai pemanjatan. Apakah panjang tali cukup untuk digunakan pada rute/ jalur? Pelajari dan lakukan cara jatuh yang sempurna, bagaimana sikap yang harus dilakukan, karena mudah ketika dijelaskan tetapi sukar sewaktu dicoba.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="color: rgb(255, 102, 102);" class="Body"&gt; &lt;strong&gt;Apa yang harus dilakukan ketika gagal meraih runner pertama?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Body"&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Apabila runner pertama terlalu jauh dan kamu merasa tidak yakin meraihnya, gunakan alat yang &lt;/strong&gt;disebut stick clip (kamu dapat membuatnya sendiri). jika tidak mempunyainya dan tidak bisa bikin stick clip mending memilih rute yang mudah terlebih dahulu (cari Informasi).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;      &lt;span class="Body"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Grades atau tingkat kesulitan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3gXNm5QhI/AAAAAAAAAKw/_kOZsGlb-XQ/s1600-h/trad_grade_safe.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 286px; height: 406px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3gXNm5QhI/AAAAAAAAAKw/_kOZsGlb-XQ/s320/trad_grade_safe.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250599429978276370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Body"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Peralatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="Body"&gt;• Climbing shoes /Sepatu Panjat&lt;br /&gt;&lt;span class="BBullet"&gt;•&lt;/span&gt; Chalk Bag &amp;amp; Magnesium Carbonat&lt;br /&gt;• Harness&lt;br /&gt;&lt;span class="BBullet"&gt;•&lt;/span&gt; Belay Device &amp;amp;  Carabiner Screwgate&lt;br /&gt;&lt;span class="BBullet"&gt;•&lt;/span&gt; Sling Nylon 60 cm dan 120 cm&lt;br /&gt;&lt;span class="BBullet"&gt;•&lt;/span&gt; Tali kernmantel Dinamis (10.5mm X 60 M)&lt;br /&gt;&lt;span class="BBullet"&gt;•&lt;/span&gt; Quickdraws (10-12) &lt;/p&gt;&lt;p class="Body"&gt;&lt;span class="BBullet"&gt;&lt;/span&gt;Sangat direcomendasikan penggunaan Helmet&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="BBullet"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="BBullet"&gt;&lt;/span&gt;Peralatan yang di butuhkan untuk sport climbing adalah hampir sama dengan top rope climbing hanya saja tali kernmantel khusus sport climbing dan ditambahkan Quickdraws/ Runners.&lt;br /&gt;&lt;span class="BBullet"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 153);"&gt;Bahan Referensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a href="http://matahenry.blogspot.com/2008/10/bolt-yang-jelek.html"&gt;Bolt yang tidak layak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-8247613440639807059?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/8247613440639807059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/sport-climbing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/8247613440639807059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/8247613440639807059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/sport-climbing.html' title='Sport Climbing'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SN3TfF5h6yI/AAAAAAAAAKo/Fz-5Fe4tIN8/s72-c/HENRY19.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-9035398024333230521</id><published>2008-09-21T00:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T23:44:03.593-07:00</updated><title type='text'>Bouldering</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNX9vzmDUUI/AAAAAAAAAH4/QA9SiUXtKqY/s1600-h/bouldering.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNX9vzmDUUI/AAAAAAAAAH4/QA9SiUXtKqY/s320/bouldering.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248379938515669314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Adalah salah satu jenis pemanjatan dimana media yang digunakan biasanya batu besar ,  jaraknya minimal 1 meter (3.2ft) sampai dengan 10 meters (33ft) tingginya.&lt;span class="fullpost"&gt; Pemanjatannya dilakukan tanpa menggunakan pengaman, tali maupun harnes dan dalam geraknya mementingkan aspek Gymnastik.&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Berasal dari akar kata boulder yang artinya Batu Besar. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bouldering adalah olah raga seni panjat memanjat di bebatuan besar, &lt;/span&gt;pertamakali bermula di Fontainebleau, Francis.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Meskipun rute yang ada tidak setinggi rute pada jalur - jalur free climbing , Pemanjatan jalur pendek ini memiliki problem yang rumit dan bervariasi. Di Indonesia di lombakan dengan istilah kategori jalur pendek. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang yang mengamankan pemanjatan disebut Spotter, dia bertugas mengawasi dan terkadang memindahkan matras yang dipergunakan sebagai pengaman ketika pemanjat jatuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Skala tingkat kesulitan dapat dilihat pada tabel dibawah. Tabel ini memuat komparasi dari beberapa variasi sistem penilaian tingkat kesulitan yang ada dari beberapa daerah yang kemudian dipakai sebagai referensi oleh pemanjat ( bouldering ) di seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;table align="right" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt;&lt;img style="width: 285px; height: 442px;" alt="Bouldering grades table" src="http://www.rockfax.com/publications/images/boulder_grade.jpg" /&gt; &lt;p&gt; &lt;a href="http://www.rockfax.com/general/feedback/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;V GRADE -&lt;/b&gt; di perkenalkan pertama di HuecoTanks di Texas, Amerika oleh  John Sherman. Belum lama berselang sistem ini ditambahkan dengan + (plus) dan - (minus) di belakang V0. Kemudian juga ditambahkan VB (beginner/ pemula) oleh  Mick Ryan sewaktu berada di areal yang bernama  Bishop.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;B GRADE -&lt;/b&gt; adalah sistem yang diadobsi dari  &lt;a href="http://www.rockfax.com/publications/books/item.php?id=65"&gt;Peak Bouldering&lt;/a&gt; sebagai  Peak Bouldering grade. Diperkenalkan oleh Allen Williams.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;FONT GRADE&lt;/b&gt; - Ini adalah sistem yang dipakai di Fontainebleau di Francis yang banyak dikenal oleh para pemanjat top. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Traverses -&lt;/b&gt; sistem ini kerapkali  dan biasa dipakai menilai apabila jalur tersebut menyamping atau traverse&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;BRITISH TECH GRADES&lt;/b&gt; - sistem ini di pakai awal mulanya di Inggris. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun peralatan yang dipakai untuk melakukan aktifitas bouldering adalah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Matras.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNX-3r_wBVI/AAAAAAAAAIQ/G_mz1yDmI8k/s1600-h/matras.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNX-3r_wBVI/AAAAAAAAAIQ/G_mz1yDmI8k/s320/matras.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248381173426554194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                                                                          &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;2. Sepatu Panjat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNYKnJFyYzI/AAAAAAAAAIY/qlYgWZ3gODo/s1600-h/FVT0002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 262px; height: 262px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNYKnJFyYzI/AAAAAAAAAIY/qlYgWZ3gODo/s320/FVT0002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248394083318260530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNYLGsoXJ-I/AAAAAAAAAIg/FjFFLLHEAzo/s1600-h/calk+bag.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 183px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNYLGsoXJ-I/AAAAAAAAAIg/FjFFLLHEAzo/s320/calk+bag.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248394625434462178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;3. Calk bag dan Bubuk Magnesium (MgCO3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Catatan : Untuk menghindari cedera akibat jatuh, sebaiknya sewaktu telah menyelesaikan rute,  lebih amannya  untuk melewati bagian belakang jika ada jalan turun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-9035398024333230521?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/9035398024333230521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/bouldering.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/9035398024333230521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/9035398024333230521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/bouldering.html' title='Bouldering'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNX9vzmDUUI/AAAAAAAAAH4/QA9SiUXtKqY/s72-c/bouldering.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-6404461456992901223</id><published>2008-09-20T07:46:00.001-07:00</published><updated>2008-09-20T08:06:20.966-07:00</updated><title type='text'>Top Rope Climbing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUM6Wdo3KI/AAAAAAAAAHo/7id0eVJ99II/s1600-h/toprope2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUM6Wdo3KI/AAAAAAAAAHo/7id0eVJ99II/s320/toprope2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248115137372019874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Top-Rope&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, adalah suatu teknik di dalam pemanjatan di mana tali yang digunakan untuk memanjat tertambat pada seorang belayer melewati sebuah belay device dan terhubungkan langsung melewati pengaman ( Quickdraw ) yang ada di top /puncak yang kemudian terhubung dengan tersimpul delapan atau bowline pada harness pemanjat. dengan teknik ini pemanjat dapat memanjat terus sampai ke puncak tanpa harus di sibukan dengan bagaimana memasang pengaman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peralatan yang dipergunakan adalah termasuk chalk bag, sepatu (peralatan bouldering) kemudian  ditambahkan dengan :&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Tali kernmantel dan spesifikasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUH7684UDI/AAAAAAAAAHQ/2Ldd4WeOeT4/s1600-h/Specialty_Ropes_Specs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUH7684UDI/AAAAAAAAAHQ/2Ldd4WeOeT4/s400/Specialty_Ropes_Specs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248109666788462642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUPsNfe51I/AAAAAAAAAHw/iSrxSuKUO1I/s1600-h/10.5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 203px; height: 203px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUPsNfe51I/AAAAAAAAAHw/iSrxSuKUO1I/s320/10.5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248118192980551506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Runner/ Quickdraw&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUAA1FFZGI/AAAAAAAAAGI/0CnHnuyllE4/s1600-h/spirit_quickdraw.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUAA1FFZGI/AAAAAAAAAGI/0CnHnuyllE4/s320/spirit_quickdraw.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248100955018585186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;3. Belay device&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUEOVDSGSI/AAAAAAAAAGo/DDdR8UkBJiw/s1600-h/camp_shell_tn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUEOVDSGSI/AAAAAAAAAGo/DDdR8UkBJiw/s200/camp_shell_tn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248105584985774370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUEly9vMJI/AAAAAAAAAGw/F4eCw1-bd28/s1600-h/grigri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUEly9vMJI/AAAAAAAAAGw/F4eCw1-bd28/s200/grigri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248105988152570002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;          a. ATC (Camp)                                                 b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;                                          Grigri (Petzl)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;4. Carabiner Screwgate&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUKwHLFs3I/AAAAAAAAAHg/l3Uj7i1hG3Q/s1600-h/BLD0612.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUKwHLFs3I/AAAAAAAAAHg/l3Uj7i1hG3Q/s320/BLD0612.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248112762445738866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Harness&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUEvmdnxVI/AAAAAAAAAG4/JtB5B4_3flI/s1600-h/harness.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUEvmdnxVI/AAAAAAAAAG4/JtB5B4_3flI/s320/harness.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248106156595332434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Catatan :  pengaman yang tertambat di top /puncak harus tahan guncangan ,berlebih dalam arti ter-backup&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNT9FMr3ivI/AAAAAAAAAFw/NgzFjPBgIxI/s1600-h/toprope.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNT9FMr3ivI/AAAAAAAAAFw/NgzFjPBgIxI/s320/toprope.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248097731539864306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Pengaman pada top /Puncak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sangat direkomendasikan kepada pemanjat pemula untuk mencoba tekhnik top roping di wall climbing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-6404461456992901223?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/6404461456992901223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/top-rope-adalah-suatu-teknik-di-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/6404461456992901223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/6404461456992901223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/top-rope-adalah-suatu-teknik-di-dalam.html' title='Top Rope Climbing'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SNUM6Wdo3KI/AAAAAAAAAHo/7id0eVJ99II/s72-c/toprope2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-3159082790484288985</id><published>2008-09-20T04:47:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T05:01:26.537-07:00</updated><title type='text'>Etika Panjat Tebing.</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;1.  Menghormati adat istiadat masyarakat setempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2.  Tidak mencemari sumber air penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;3.  Tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan erosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;4.  Tidak mengganggu tanaman serta satwa penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;5.  Membatasi sedikit mungkin penggunaan bubuk magnesium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;6.  Membatasi pemakaian pengaman bor dan setiap penggunaan bor harus dapat      dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;7.  Tidak diperbolehkan menambah pengaman pada jalur yang sudah ada dengan  tujuan untuk mengurangi tingkat kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;8. Diperbolehkan mengabaikan pengaman yang ada pada jalur dengan tujuan untuk meningkatkan tingkat kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;9.  Tidak melepas pengaman yang terpasang pada jalur pemanjatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;10. Jika jalur baru belum selesai dibuat, harus diberi tanda yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;11.  Jika jalur baru akan diselesaikan oleh orang lain, harus seijin pembuat jalur pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;12.  Apabila ada pemanjat pada suatu jalur maka sebaiknya tidak ada pemanjat lain pada jalur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-3159082790484288985?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/3159082790484288985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/etika-panjat-tebing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/3159082790484288985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/3159082790484288985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/etika-panjat-tebing.html' title='Etika Panjat Tebing.'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-5567210920643467328</id><published>2008-09-06T01:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T01:43:27.252-07:00</updated><title type='text'>Panjat Tebing, sejarah dan perkembangannya.</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI8yhSL7GI/AAAAAAAAAFg/sARCJjB5ufE/s1600-h/HENRY31.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242819754838453346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI8yhSL7GI/AAAAAAAAAFg/sARCJjB5ufE/s320/HENRY31.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Memanjat dikemas dalam berbagai bentuk, mulai dari rekreasi atau hiburan, petualangan atau aktivitas olah raga. Yang dalam prakteknya tangan dan kaki bergerak naik, menyamping, menuruni sebuah permukaaan suatu dinding. Dari tingkatan/skala pergerakan di permukaan pegunungan ( YDS ), dengan mempergunakan tali dan Peralatan panjat lainnya sebagai pengaman , panjat tebing merupakan bentuk bagian kelanjutan dari pendakian. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Panjat tebing dapat di bagi menjadi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Free_climbing"&gt;free climbing&lt;/a&gt; (dimana tali dan peralatan dipergunakan sebagai pengaman yang menahan sewaktu jatuh), dan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Aid_climbing"&gt;aid climbing&lt;/a&gt;, dimana penggunaan peralatan dengan tujuan menambah ketinggian. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya rekreasi mendaki gunung dimulai tahun 1700-an. Penggunaan tali sebagai peralatan pendakian dimulai pada masa pertengahaan tahun 1800-an di Eropa. Pada masa ini mulai dikenal istilah leader ( yaitu orang pertama yang mempergunakan tali dalam merintis jalur pendakian) - tetapi penggunaan tali bukan sebagai pengaman pada saat leader jatuh, dan apabila jatuh maka akibatnya sangat fatal. Pada perkembangannya di awal tahun 1900-an para pendaki saxon sudah lebih maju, dimana mereka mampu mempergunakan tali secara efisien dengan sesekali menambahkan semacam ring yang ditanam pada tebing sebagai pengaman, yang dapat mengamankan /mengurangi resiko leader apabila jatuh Sejarah panjat tebing –perkembangan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_rock_climbing"&gt;Sejarah&lt;/a&gt; dan perkembangan&lt;br /&gt;Di suatu masa, di sebuah tempat yang bernama Anasazis, yang berada di sebuah tebing. Sekelompok Indian hidup dan membangun sebuah perkampungan. Mereka memanjat untuk keluar masuk perkampungan dengan cara yang kemudian dikenal sebagai Artificial/ aid climbing. &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242821735473615842" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI-lzuaE-I/AAAAAAAAAFo/o_DJdIsCzqo/s320/anasazi2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian pemanjatan yang tercatat dalam sejarah adalah pendakian Antoine de Ville di Mont, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mont_Aiguille"&gt;Mont Aiguille&lt;/a&gt; pada tahun &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/1492"&gt;1492&lt;/a&gt;. Pendakian Mont Blanc yang pertama di tahun 1786 adalah merupakan titik awal dari era" zaman modern " pendakian gunung. Pada waktu Itu mulai dikenal penggunaan pengaman. Pada pertengahan 1800's, memanjat telah berkembang menjadi suatu hiburan atau rekreasi, dengan peralatan terdiri atas: suatu tongkat pendaki gunung, crampon dan tali. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1865 Dinding selatan Mont Blanc dipanjat untuk pertama kali lewat lintasan Old Brenva, menandai lahirnya panjat es (ice climbing). Sementara itu di Alpen bagian tengah, Edward Whymper dan enam rekannya berhasil menggapai Puncak Matterhorn (4474 m) di Swiss. Tetapi 4 anggota tim, yang saling terikat dalam satu tali, tewas dalam perjalanan turun, ketika salah seorang terpeleset jatuh dan menyeret yang lain. Musibah ini mengakhiri 11 tahun Zaman Keemasan. Tak urung lebih dari 180 puncak besar telah didaki dalam masa itu, sedikitnya satu kali, dan lebih dari setengahnya oleh orang-orang Inggris. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1874 WA Coolidge mendaki Puncak Jungfrau dan Wetterhorn di musim dingin, sehingga digelari Bapak Winter Climbing. Pada tahun 1870-an ini muncul trend baru, pendakian tanpa pemandu, yang segera menjadi ukuran kebanggaan di antara pendaki. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1878 Regu yang dipimpin Clinton Dent berhasil memanjat Aiguille du Dru di Perancis, memicu trend baru lagi, yaitu pemanjatan tebing-tebing yang tak seberapa tinggi namun curam dan sulit. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1883 WW Graham menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Pegunungan Himalaya dengan tujuan mendaki gunung sebagai olahraga dan petualangan. Dia mendaki beberapa puncak rendah di kawasan Nanda Devi dan Sikkim India, bahkan konon berhasil mencapai Puncak Changabang (6864 m). &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1910 Karabiner buat pertama kali dipakai dalam pendakian gunung, diperkenalkan oleh pemanjat-pemanjat dari Munich, Jerman Barat, diilhami oleh penggunaannya dalam pasukan pemadam kebakaran. 1931 Schmid bersaudara mencapai Puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus melahirkan demam North Wall Climbing. Peningkatan taraf hidup di Inggris dan Eropa daratan pada umumnya, menimbulkan perubahan pola penduduk kota melewatkan waktu luangnya, menyebabkan populernya panjat tebing. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1932 Grivel memperkenalkan cakar es (crampoon) model 12 gigi, yang karena efektifnya tetap disukai hingga kini. 1933 Comici dari Italia memanjat overhang dinding utara Cima Grande Lavredo di kawasan Dolomite, Alpen Timur, menandai aid climbing yang pertama. Sekitar tahun ini pula sol sepatu Vibram ditermukan oleh Vitale Bramini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1937 Bill Murray mengubah tongkat pendaki yang panjang menjadi kapak es, menandai lahirnya panjat es modern. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1938 Dinding utara Eiger di Swiss akhirnya berhasil dipanjat, oleh tim gabungan Jerman Barat dan Austria, yang oleh Hitler diiming-imingi dengan medali emas olympiade. Dinding maut ini sebelumnya telah menelan cukup banyak korban, dan berlanjut hingga kini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1949 Nepal membuka perbatasannya bagi orang luar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1950 Tibet dicaplok Cina. Pendakian Himalaya dari sisi ini tak diperkenankan lagi. Maurice Herzog memimpin ekspedisi Perancis mendaki Annapurna (8091m), puncak 8000-an yang pertama, menandai awal 20 tahun Zaman Keemasan pendakian di Himalaya. Di Alpen, tali nilon mulai dipergunakan. Sebelumnya, tali serat tumbuhan hampir tak memiliki kelenturan, sehingga ada 'hukum' bahwa seorang leader tak boleh jatuh, sebab hampir pasti pinggangnya patah tersentak. Pakaian bulu angsa mulai membuat malam-malam di bivouac lebih nyaman. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1951 Don Whillan menemukan pasangannya, Joe Brown, duet pemanjat terkuat yang pemah dimiliki Inggris. Panjat bebas (free climbing) gaya Inggris menjadi tolok ukur dunia panjat tebing. Walter Bonatti dkk. menyelesaikan dinding timur Grand Capucin, awal aid climbing pada tebing yang masuk kategori big wall. Bermula di Inggris, terjadi Revolusi Padas. Tebing batu gamping ternyata tak serapuh yang selama itu disangka. Tebing-tebing granit dan batuan beku lainnya mendapat saingan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1952 Herman Buhl solo di dinding timur laut Piz Badile di Swiss, dalam waktu 4 1/2 jam. Inilah nenek moyang speed climbing. Rekor waktu pada rute tersebut, yang dibuat tahun 1937 adalah 52 jam. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1955 Walter Bonatti solo pilar barat daya du Dru 6 hari. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1957 Herman Buhl dan tim Austria mencapai Puncak Broad Peak (8047 m), sekaligus mematok pendakian pertama gunung 8000-an dengan alpine tactic. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1960 Claudio Barbier dari Belgia solo ketiga dinding utara di Tre Cima Laverdo dalam 1 hari. Pertama kali speed climbing menggunakan teknik gabungan free dan aid climbing.  Helm mulai sering digunakan para pemanjat tebing. Harness menjadi wajib, menyusul kematian seorang pemanjat Inggris di Dolomite. Harness pertama yang diproduksi massal dan dijual untuk umum terbuat dari webbing, merek Tankey. Tebing 48 Citatah mulai digunakan sebagai ajang latihan bagi pasukan Angkatan Darat Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1961 Ekspedisi dari Selandia Baru coba mendaki Carstensz Pyramide tapi mengalami kegagalan sebab keterlambatan dukungan logistik lewat jembatan udara. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1962 Puncak Cerstensz Pyramide akhirnya berhasil digapai oteh tim Heinrich Heiner. Juga Puncak Eidenburg didekatnya, oleh ekspedisi yang dipimpin oleh Phillip Temple.  Awal pemakaian baut tebing di Alpen; Tebing pantai mulai diminati. Pemanjat Amerika Serikat mulai bicara di Alpen, diawali Hemmings dan Robbins yang menciptakan lintasan super sulit di dinding barat du Dru. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1963 Tim gabungan Inggris-AS memanjat dinding selatan Aiguille du Fou, hardest technical climbing di Alpen waktu ilu, dengan teknik-teknik aid climbing gaya AS. Kode etik dalam panjat tebing mulai banyak diperdebatkan di rumah-rumah minum. Pemanjatan solo pertama Eiger Nordwand, oleh Michel Darbellay, dalam satu hari.  Bonatti dan Zapelli menyantap mix climbing (ice dan rock) tersulit di Alpen, dinding utara Grand Pilier d'Angle di Mont Blanc. Seorang ahli gletser yang baru kembali dari Antartika berusaha mendaratkan pesawat terbangnya di di Puncak Jaya, dekat Carstensz. Untung angin kencang mengurungkan niatnya, sebab salju tebal di sana terlalu lunak sebagai landas pacu. Tapi buntutnya, dua pesawat DC 3 kandas di lereng utara dan selatannya, pada ketinggian sekitar 4300 meter. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1965 Seratus tahun pendakian pertama Matterhorn diperingati dengan peliputan pendakian Hornli dkk oleh BBC TV sampai ke puncak. Untuk pertama kalinya pendakian gunung maupun panjat tebing menjadi olahraga yang juga dapat 'ditonton' orang banyak.  Robbins dan John Harlin dri AS bikin lintasan lurus di dinding barat du Dru, mendemonstrasikan keunggulan pemanjat AS dalam pemanjatan panjang dan berat. Pemerintah Nepal menutup pendakian Himalaya di wilayahnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1967 Revolusi bagi para pemanjat es. Chouinnard memperkenalkan kapak es berujung lengkung, dan McInnes menawarkan jenis Terodactyl. Lahirnya sekrup es berbentuk pipa meningkatkan standar pemanjatan ice climbing.  Penggunaan tali kernmantel dipelopori oleh Inggris. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1968 Nafas segar bagi para pendaki, sejumlah lapangan terbang milik misi Katolik dibuka di Irian. Tapi hampir bersamaan dengan itu Pemerintah Rl tidak lagi mengeluarkan izin pendakian di kawasan Carstensz. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1969 Reinhold Messner keluar dari pertapaannya di tebing-tebing Alpen Timur, meluruk ke barat, menyikat dinding es raksasa tes Drotes dalam waktu 81/2 jam solo, membuyarkan rekor sebelumnya, 3 hari. Pemanjat-pemanjat Jepang mulai membanjiri pasaran di Alpen, antara lain membuat lintasan baru di Eiger. Sensus yang dilakukan British Mountaineering Club (BMC) mengatakan, ada 45.000 pemanjat dan 500.000 walkers, di Inggris saja.  Nomer perdana majalah 'Mountain' beredar, menjadi media pendaki gunung dan pemanjat tebing pertama yang beredar luas dalam bahasa Inggris, sehingga banyak mempengaruhi perkembangan lewat perdebatan dan opini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1970 Dinding Selatan Annapurna dirambah tim Inggris, menggunting pita pembukaan era pendakian jalur-jalur sulit di gunung-gunung besar. Tingkat kesulitan lintasan menjadi lebih penting dari pada sekedar mencapai puncak. Ini tak lepas dari kian canggihnya perlengkapan panjat es, kecepatan pemanjatan meningkat drastis. Di Alpen, artificial climbing tambah populer dan kaya teknik. Kurang lebih tahun ini pula lahir cabang panjat dinding. Tebing buatan yang pertama dikenal orang kemungkinan besar didirikan di Universitas Leeds, Inggris. Perancangnya Don Robinson, yang kemudian juga merancang dinding panjat di Acker's Trust, Birmingham, dinding panjat pertama yang diklaim mampu menampung segala pegangan, pijakan dan gerakan panjat tebing, sekaligus menawarkan bentuk sculpture yang artistik.  Sejalan dengan itu, bentuk-bentuk latihan terpisah dalam panjat tebing mulai menggema. Salah seorang pelopornya ialah Pete Livesey, pemanjat yang juga pecinta speleologi dan olahraga kano, serta punya dasar di atletik sebagai pelari. Pete tahu benar pentingnya latihan spesifik bagi jenis-jenis olahraga tersebut. Dan dia mencoba menerapkan prinsip yang sama pada panjat tebing. Pelan tapi pasti, panjat tebing mulai dipandang lebih sebagai kegiatan atletis, ketimbang sekedar 'hura-hura di tebing'. Tak lagi memadai semboyan 'best training for climber is climbing', apalagi hanya dengan memupuk kejantanan lewat gelas-gelas bir, seperti yang selama &amp;amp; dianut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1971 Kawasan Carstensz kembali dibuka untuk pendakian, segera diserbu oleh ekspedisi-ekspedisi dari Australia, Jerman, AS, bahkan Hongkong. Tahun ini pula Mapala UI berhasil mencapai Puncak Jaya, antara lain oleh Herman O. Lantang dan Rudy Badil, orang-orang sipil Indonesia pertama. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1972 Untuk pertama kalinya panjat dinding masuk dalam jadwal olimpiade, yaitu didemonstrasikan dalam Olympiade Munich. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1974 Pasangan Reinhold Messner dan Peter Habeler mendaki Hidden Peak (8068 m) di Karakoram, 3 hari dengan Alpine push, kemudian memecahkan rekor kecepatan Eiger, 10 jam. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1975 Ekspedisi dari Jepang menjadi tim wanita pertama yang menjejakkan Puncak Everest. Sementara itu Cina mengirimkan tim pertamanya, dari punggungan timur laut. Perlengkapan panjat es kian lengkap, lalu ramalan cuaca kian akurat dengan intervensi komputer. Akibatnya, seolah tak ada lagi pelosok Alpen yang terpencil. Namun, bercak-bercak kapur magnesium mulai terasa merisihkan tebing-tebing di Inggris dan Eropa daratan, kebanyakan dituduhkan sebagai ulah pemanjat-pemanjat 'hijau', yang mengobral magnesium pada lintasan-lintasan yang seharusnya bisa dilampaui tanpa bubuk itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1976 Harry Suliztiarto, bapak panjat tebing indonesia, dengan tali nilon dia mulai latihan panjat memanjat di Citatah, dan dibelay oleh pembantu rumahnya. Patok pertama panjat tebing modern di Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1977 Skygers Amateur Rock Climbing Group didirikan di Bandung oleh Harry Suliztiaito, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu, Deddy Hikmat. Inilah awal tersebarnya kegiatan panjat tebing di Indonesia. Ekspedisi Selandia Baru coba mendaki Everest tanpa bantuan sherpa. Mereka cuma sampai South Col, tapi mereka mereka seolah memukul gong yang gaungnya merantak ke mana-mana, 'ekspedisi berdikari'. Yang pro mengganggapnya sebagai kejujuran yang wajib, yang kontra melecehkannya sebagai kesia-siaan yang konyol. Perdebatan tak selesai hingga kini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1979 Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium, Taman Ismail Marzuki. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1980 Tebing Parang untuk pertama kalinya oleh tim ITB, di bawah pimpinan Harry Sulisztiarto. Skygers menyelenggarakan sekolah panjat tebing untuk pertama kalinya. Sampai kini belum ada lagi kelompok yang membuat pendidikan panjat tebing untuk umum seperti ini. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1981 Dua ekspedisi Indonesia sekaligus di dinding Selatan Carstensz, Mapala Ul dan ITB. Salah seorang anggota tim Mapala Ul, Hartono Basuki, gugur di sini. Jayagiri dari Bandung mengirimkan Danardana mengikuti sekolah pendaki gunung di Glenmore Lodge, Skotlandia, dilanjutkan pendakian Matterhorn di Swiss. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1982 Jayagiri kembali mengirimkan orang, Irwanto, ke sekolah pendakian di ISM, Swiss, dilanjulkan ekspedisi 4 orang ke Mont Blanc di Perancis, dan Matterhorn serta Monte Rosa di Swiss.  Ahmad dari kelompok Gideon Bandung tewas terjatuh di Tebing 48 Citatah, korban pertama panjat tebing di Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1984 UGM (Mapagama) mengirimkan Tim Ekspedisi Gajah Mada ke Irian Jaya. Tim panjatnya, Gendon Bandono, bersama Ahmad Rizali dari Mapala UI berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramide melalui jalur normal. Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur, serta tebing pantai Uluwatu di Bali, berhasil dipanjat oleh kelompok Skygers bersama GAP (Gabungan Anak Petualang) dari Surabaya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1985 Tebing Serelo di Lahat, Sumatra Selatan, berhasil dipanjat oleh tim yang menamakan dirinya Ekspedisi Anak Nakal. Ekspedisi Mapala Ul gagal mencapai Puncak Chulu West (6584 m) di Himalaya, Nepal. Ekspedisi Jayagiri gagal memanjat Eiger Nordwand. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1986 Kelompok gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang di selatan Toraja, Sulawesi Selatan. Ketompok UKL (Unit Kenal Lingkungan) Univeritas Pajajaran Bandung memanjat tebing Gunung Lanang di Jawa Timur. Pemanjat-pemanjat Jayagiri Bandung merampungkan Dinding Ponot di air terjun Sigura-gura, Sumatera Utara. Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berhasil, menciptakan lintasan baru. Kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, di tebing alam, dan sempat ditayangkan juga oleh TVRI. Patrick Morrow, pendaki dan fotografer Kanada yang kelak mempopulerkan ide mendaki Seven Summits, mendaki Carstensz Pyramid bersama Adiseno dari Mapala UI. Ini puncak terakhir dari rangkaian Seven Summits yang didaki Pat Morrow. Tahun ini pula, bersamaan dengan EXPO di Vancouver, Kanada, Pat Morrow menemani Norman Edwin, Adiseno, dan Tituz Pramono dari Mapala UI untuk memanjat puncak granit Bugaboo Spire (3186 m), salah satu puncak terpopuler Kanada yang terletak di kawasan British Columbia. Mapala UI berlatih di Carstensz dengan ketuanya Adiseno. Kelak, Mapala UI meneruskan tradisi latihan di Carstensz ini nyaris secara reguler. Beberapa tim yang datang ke sana antara lain dipimpin Handiman Rico (Koko), lalu oleh tim yang dipimpin Aloysius Febrian (Dedi).&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1987  Empat Anggota Ekspedisi Aranyacala Universitas Trisakti tewas diserang Gerombolan Pengacau Irian dalam perjalanan menuju Jayawaijaya.  Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Batu Unta di Kalimantan Barat.  Kelompok Trupala memanjat tebing Bukit Gajah di Jawa Tengah. Sepikul di Jawa Timur disantap Skygers. Lomba panjat tebing pertama di Indonesia dilaksanakan di tebing pantai Jimbaran di Bali. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1988 Dinding panjat buat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, dibawa oleh 4 atlet pemanjat Prancis yang diundang atas kerjasama Kantor Menpora dengan Kedubes Perancis di Jakarta. Mereka juga sempat memberikan ilmu lewat kursus singkat kepada pemanjat-pemanjat kita. Bersamaan, lahir Federasi Panjat Gunung &amp;amp; Tebing Indonesia, diketuai Harry Suliztiarto.  Untuk pertama kalinya disusun rangkaian kejuaraan untuk memperebutkan Piala Dunia Panjat Dinding yang direstui dan diawasi langsung oleh UIAA (badan Internasional yang membawahi federasi-federasi panjat tebing dan pendaki gunung), diawali dengan kejuaraan di Snowbird, Utah, AS.  Ekspedisi panjat tebing pertama yang dilakukan sepenuhnya oleh wanita, Ekspedisi Putri Parang Aranyacala, Tower III. Sedangkan kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor.  Ekspedisi UKL Unpad Bandung di Batu Unta, Kalbar, kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang jatuh bebas. Speed climbing pertama di Indonesia dilakukan oleh Sandy &amp;amp; Jati, di dinding utara Parang, 3 jam. Sekaligus merupakan pemanjatan big wall pertama tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali, keduanya hanya dihubungkan dengan tali. Lomba panjat 'tebing buatan' pertama dilakukan di Bandung, mengambil dinding gardu listrik. Lalu di Alpen, Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing gagal memenuhi target waktu 2 hari pemanjatan dinding utara Eiger, mulur menjadi 5 hari. Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru di dinding yang sama. Di Yosemite, AS, Sandy Febyanto dan Jati Pranoto dari Jayagiri memanjat Tebing Half Dome (gagal memecahkan retor John Bachar &amp;amp; Peter Croft 4,5 jam) dan Tebing El Capitan (gagal memecahkan rekor 10,5 jam). &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1989 Awal tahun dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah, gugurnya salah satu pemanjat terbaik Indonesia, Sandy Febyanto, jatuh di Tebing Pawon, Citatah. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di Bumi Pertiwi ini.  Tim Panjat Tebing Yogyakrta / TPTY melakukan ekspedisi ke Dinding Utara Carstensz tetapi gagal mencapai puncak secara direct, namun jalur normal Carstensz berhasil dipanjat sebelumnya.  Kembali kawasan Citeureup dirambah anak Aranyacala, kali ini Tebing Rungking. Arek-arek Young Pioneer dari Malang memanjat tebing Gajah Mungkur di seputaran dalam kawah Gunung Kelud. Kemudian tim Jayagiri dalam persiapannya ke Lhotse Shar di Nepal, mematok target memanjati semua pucuk-pucuk tebing sekeliling kawah Kelud tadi, tapi tak berhasil. Ekspedisi Lhotse Shar itu sendiri batal berangkat.  Tebing Uluwatu dipanjat ekspedisi putri yang kedua, dari Mahitala Unpar. Kelompok MEGA Universitas Terumanegara melakukan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing, beruntun di tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur, dan berakhir di Uluwatu, dalam waktu hampir sebulan, marathon panjat tebing pertama di Indonesia. Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala dia Bambapuang, tapi musibah menimpa sebelum puncak tergapai. Ali Irfan Batubara, fotografer tim, tewas tergelincir dari ketinggian. Tahun ini tercatat tak kurang dari sepuluh kejuaraan panjat dinding diselenggarakan di Indonesia. Beberapa yang besar antara lain di Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Trisakti Jakarta, ISTN Jakarta, di Markas Kopassus Grup I Serang, dua kali oleh Trupala SMA-6 (di Balai Sidang dan Ancol), lalu SMA 70 Bulungan Jakarta, kelompok KAPA FT Ul, Geologi ITB. Akhir tahun ini ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono melakukan pemanjatan solo di Tower III Tebing Parang. Artificial solo climbing pada big wall yang pertama di Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1990Di Carstensz, Didiek Samsu dari Mapala UI mencetak rekor tercepat sampai saat itu. Base Camp di Lembah Danau-Danau ke puncak ditempuhnya dalam 10 jam. Didiek mendaki Carstensz menemani pendaki Belanda yang mengejar Seven Summits, Ronald Naar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1991 Aryati menjadi wanita Asia pertama yang berhasil menjejakkan kakinya di Puncak Annapurna IV, Himalaya, pada Ekspedisi Annapurna Putri Patria Indonesia.  Tim Srikandi Tim Panjat Tebing Yogyakarta (6 orang) membuat jalur di Bukit Tanggul, Tulung Agung, Jawa Timur. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1992 Dunia petualangan Indonesia kembali berduka karena kehilangan dua orang terbaiknya, Norman Edwin dan Didiek Syamsu, anggota Mapala UI tewas diterjang badai di Gunung Aconcagua, Argentina. Tiga anggota tim lainnya adalah Rudi Nurcahyo, Fayez, dan Dian Hapsari. Beberapa waktu kemudian, dua anggota Mapala UI menyelesaikan pendakian Aconcagua yaitu Ripto Mulyono dan Tantyo Bangun. Seven Summits ke-5 untuk Mapala UI. Tinggal dua yang belum: Everest dan Vinson Massif.  Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia menjejakkan kakinya di Puncak Tebing Cima Ovest, Tre Cime, Italia. Ekspedisi Putri Khatulistiwa Tim Panjat Tebing Yogyakarta memanjat dinding utara Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.” &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;1993 Mapala UI berekspedisi dan berlatih untuk kesekian kali ke Carstensz. Satu tim (Zainal, Agung, Rully) membuat jalur direct, memanjat Carstensz Pyramid dan kelak jalur ini diberi nama Didiek Samsu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-5567210920643467328?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/5567210920643467328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/panjat-tebing-sejarah-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/5567210920643467328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/5567210920643467328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/panjat-tebing-sejarah-dan.html' title='Panjat Tebing, sejarah dan perkembangannya.'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI8yhSL7GI/AAAAAAAAAFg/sARCJjB5ufE/s72-c/HENRY31.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-7609771436592845643</id><published>2008-09-06T00:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T00:57:01.733-07:00</updated><title type='text'>AID CLIMBING</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI0iyajSUI/AAAAAAAAAEw/f9PIqF1Q3Vk/s1600-h/Aid+of+the+roof.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242810688466012482" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 208px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" height="214" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI0iyajSUI/AAAAAAAAAEw/f9PIqF1Q3Vk/s320/Aid+of+the+roof.jpg" width="218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aid climbing/ artificial climbing adalah gaya pemanjatan dimana pengaman yang ditempatkan pada tebing digunakan untuk membantu menambah ketinggian, Pemanjatan ini berbeda dengan pemanjatan free climbing yang sama sekali tidak menggunakan bantuan dalam usahanya menambah ketinggian. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;etrier/stirup,sky hook, daisy chain pada pemanjatan ini kerap di gunakan, lebih mengutamakan aspek teknis dibandingkan dengan aspek fisik atau kebugaran bila dibandingkan dengan Free climbing. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242813505718393634" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI3Gxf3GyI/AAAAAAAAAFY/FzHtARPE4pw/s320/ilustration+aid.gif" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pemanjatan khas artificial, pemanjat menempatkan pengaman/ Anchor yang sesuai pada celah atau cacat batuan, kemudian pemasangan tangga gantung /é trier sebagai tempat pijakan kaki, pengaman yang telah terpasang itu haruslah di periksa dengan memberikan hentakan dengan seluruh beban badan, dalam hal ini dibutuhkan perhatian dan konsentrasi. Apabila kondisi pengaman sudah di yakini terpasang dengan baik dan aman, daisy chain dipasang menyusul kemudian tali utama di klipkan. Proses ini di lakukan berulang ulang sampai Perintis jalur sering di sebut leader memutuskan untuk berhenti merintis jalur dan membuat stasiun pemberhentian atau pitch atau penambatan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI2yzbBT-I/AAAAAAAAAFQ/c6Cgw1kI4VY/s1600-h/ilustrasi+rute+aid.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242813162637578210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI2yzbBT-I/AAAAAAAAAFQ/c6Cgw1kI4VY/s320/ilustrasi+rute+aid.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Disini leader akan memasang beberapa pengaman untuk penambatan yang terhubung satu dengan lainnya serta memasang satu tali bebas yang disebut fix rope. Pitch berfungsi sebagai tempat : Istirahat,pergantian tugas personil,serta Houling system. Di titik ini akan terjadi pergantian pemanjatan dimana leader akan berganti mengamankan pemanjatan orang yang tadinya mengamankan pemanjatannya( belayer) atau dia dapat terus melakukan pemanjatan dengan menggunakan tali yang lainnya (solo aid climbing). Sedangkan timnya menyusul naik dengan bantuan alat mekanik (ascender) jenis Jumar melewati fix rope (Jumaring). Sementara personil lainnya bertugas mengangkat kantong yang berisi logistik peralatan, makanan dan perlengkapan lain pendukung pemanjatan. Banyak variasi dalam pemanjatan ini mungkin juga mencakup teknik pemanjatan bebas (free climbing), taktik, gaya (himalayan/ alpine) dan jumlah personil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Piton"&gt;piton&lt;/a&gt;, sebagai pasak yang di tempatkan pada celah yang sesuai kemudi&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI1D8cUYWI/AAAAAAAAAE4/2Z9JRj79ImY/s1600-h/sky+hook+dan+piton.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242811258093461858" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="143" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI1D8cUYWI/AAAAAAAAAE4/2Z9JRj79ImY/s320/sky+hook+dan+piton.jpg" width="213" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;an di pukul dengan palu (Hammer) sampai dinilai mampu berfungsi menahan beban jatuh pemanjat sampai tahun 1940 an menjadi satu – satunya pengaman yang digunakan pada pemanjatan artificial di tebing. Sampai kemudian di temukan beberapa pengaman jenis pengaman lainnya. Pemanjatan ini sangat khas dilihat dari tekniknya maupun dari peralatannya, penggunaan peralatan seperti skyhook, daisychain, piton, Copperhead, palu, jumar, etrier, pulley dan masih banyak lagi jenis peralatan, melakukan Jumaring, houling system dalam menarik semua logistik ke atas, teknik pendulum untukberpindah jalur. Penemuan SLCD atau lebih dikenal dengan nama friend, mendorong pemanjatan menjadi lebih kearah yang lebih memelihara keutuhan jalur pemanjatan, &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI1WZeUbVI/AAAAAAAAAFA/QYVCebZqtlM/s1600-h/rurp.jpg"&gt;&lt;/a&gt;yang kemudian dikenal sebagai &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Clean_climbing"&gt;clean aid&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-7609771436592845643?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/7609771436592845643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/aid-climbing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/7609771436592845643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/7609771436592845643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/09/aid-climbing.html' title='AID CLIMBING'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SMI0iyajSUI/AAAAAAAAAEw/f9PIqF1Q3Vk/s72-c/Aid+of+the+roof.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-495310774459339975</id><published>2008-08-24T02:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-24T03:37:12.756-07:00</updated><title type='text'>INDONESIAN CLIMBING GATHERING 2008</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;INDONESIAN CLIMBING GATHERING 2008&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;(festival panjat tebing)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;TEBING PANTAI SIUNG – GUNUNG KIDUL, DIY29 -31 Agustus 2008.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;AKTIVITAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan acara festival pertemuan para pemanjat tebing di Indonesia dan terbuka untuk pemanjat tebing se-dunia. Pada ICG 2008 ini para pemanjat akan di ajak untuk “memecahkan” kesulitan memanjat jalur-jalur sport yang ada di siung dengan imbalan hadiah dari sponsor, sarasehan dan membuat suatu resolusi menyangkut tebing alam, pemutaran video presentasi, pesta pantai dengan sajian kuliner lokal, dan hingga bakti social di kawasan tebing siung.Siung sendiri berlokasi di selatan Yogyakarta tepatnya di ds. Duwet - Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul - dengan jarak tempuh 2,5 jam dari kota Jogja.Sebuah kawasan yang resmi di buka oleh Pemerintah Propinsi DIY sebagai kawasan wisata minat khusus panjat tebing di Indonesia sejak tahun 2005 lalu.Jajaran tebing-tebing yang tersebar dan menantang, deburan ombak khas pantai selatan serta kawasan pantai yang berpasir putih mengundang para pemanjat tebing untuk selalu kembali datang ke kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ORGANISASI PENYELENGGARA- ICG 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diselenggarakan oleh FPTI DIY dan,- Badan Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. DUKUNGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- EIGER&lt;br /&gt;- PP FPTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. REGISTRASI- untuk mengikuti acara ICG 2008 ini para undangan dapat mengisi form terlampir dan mengirimkan via email ke &lt;a href="mailto:jogja_fpti@yahoo.com"&gt;jogja_fpti@yahoo.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Undangan terbatas untuk 100 peserta umum dan 50 peserta khusus.&lt;br /&gt;- (peserta khusus – wakil Pengda/Pengcab FPTI se-Indonesia)&lt;br /&gt;- Untuk undangan peserta dan khusus tidak di pungut biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. AKOMODASI DAN KONSUMSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- FPTI DIY hanya menyediakan lokasi Ground Camp untuk didirikan tenda.&lt;br /&gt;- Konsumsi selama kegiatan, peserta bisa membeli di warung-warung yang ada di lokasi pantai siung. Dengan budget minimal Rp. 5000 anda sudah dapat makan kenyang di kawasan ini.&lt;br /&gt;- FPTI DIY hanya menyediakan makan malam pada acara farewell party.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PERJALANAN KE SIUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dari Bandara dan Stasiun kereta api – menuju ke terminal bus antar kota Giwangan, naik bus jurusan wonosari (jogja-wonosari Rp. 5 – 6 rebu), dari terminal bus Wonosari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Naik angkutan desa (minibus) jurusan jepitu, turun di pertigaan pantai siung (ongkos Rp. 6 – 10 rebu). Dari pertigaan Pantai siung naik ojek ke lokasi ICG (onkos Rp. 5 rebu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Disarankan untuk rombongan, dari terminal wonosari bisa carter minibus Carry (lokasi samping kanan terminal utama) langsung ke siung. Ongkos /kepala Rp. 20 - 30 rebu (minimal penumpang 6 orang). Paswordnya untuk angkutan ini “Panjat Tebing – Siung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Naik ojek (untuk perorangan) dari terminal wonosari ke Siung, ongkos Rp. 25 – 35 rebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. FORM REGISTRASI&lt;br /&gt;NAMA :&lt;br /&gt;USIA&lt;br /&gt;JENIS KELAMIN&lt;br /&gt;Organisasi :…………………….&lt;br /&gt;Alamat : …………………….……………………………………………….&lt;br /&gt;Telpon/Fax :&lt;br /&gt;Email :&lt;br /&gt;Website :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PROGRAM ACARA INDONESIAN CLIMBING GATHERING 2008&lt;br /&gt;29 – 31 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H1 Jum'at, 29 agustus 2008.&lt;br /&gt;07.00 -08.30 SIUNG AREA PREPARATION.&lt;br /&gt;08.30 -09.15 REGISTRATION II Siung RockWELCOME PARTY, TRADITIONAL ARTPARK AREA SIUNG.&lt;br /&gt;09.20 -12.00 CLIMBING AREA INTRODUCTION Siung Rock GO CLIMB THE ROCK GAMES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Session 1&lt;br /&gt;12.00 -13.00 LUNCH (Siung Rock) .&lt;br /&gt;13.00 -17.00 OUTDOOR GAMES.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Session 2&lt;br /&gt;17.00 -18.00 BREAK (Siung Rock).&lt;br /&gt;19.00 -20.00 DINNER (Siung Rock).&lt;br /&gt;20.00 -22.00 WELCOME PARTY, BLESSING DINNERPARK AREA SIUNG.&lt;br /&gt;22.00-06.00 RESTSiung Rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H2 sabtu, 30 agustus 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07.00 -08.30 BREAK FAST (Siung Rock).&lt;br /&gt;08.30 -12.00 CLIMBING GAMES.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Session 3&lt;br /&gt;12.00 -13.00 LUNCH (Siung Rock).&lt;br /&gt;13.00 -16.00 CLIMBING GAMES .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Session 4&lt;br /&gt;16.00 -16.30 FOTOGRAFI CONTEST.&lt;br /&gt;16.30 -19.00 BREAK (PREPARATION FAREWELL PARTY).&lt;br /&gt;19.00 -20.00 DINNER (BARBEQUE PARTY).&lt;br /&gt;20.00 -22.00 LIVE MUSIC ENTERTAINMENT CLOSING CEREMONY.&lt;br /&gt;22.00-06.00 REST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H3 minggu, 31 agustus 2008.&lt;br /&gt;07.00 -09.00 MORNING ACTIVITYSiung Rock&lt;br /&gt;09.00 -09.30 CLEAN SIUNG AREA&lt;br /&gt;12.00-13.00 OPTIONAL PACKAGE TOUR JOGJA&lt;br /&gt;13.00-17.00 CHEK OUT FROM SIUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Onsight Climbing Games&lt;br /&gt;Masih sama seperti pada ICG 2007 kemarin, Onsight Climbing Games dibuka untuk peserta Putra dan Putri kategori Free dan Boulder, dengan mendaftar ulang pada panitia dan dilakukan pada jalur-jalur yang telah ditentukan oleh panitia.&lt;br /&gt;Pada ICG 2008 ini, FPTI DIY menyediakan hadiah Uang dan Barang dari para Sponsor bagi yang berhasil onsight pada jalur 2 yang telah di tentukan. (*aturan permainan akan diberikan pada saat ICG 2008 di gelar)&lt;br /&gt;Sebagai pandauan, Untuk Jalur Putri Onsight Games akan di lakukan pada jalur lead mulai dari kesulitan 5.10 – 5.11, sedangkan putra akan dimulai dari tingkat kesulitan 5.12 – 5.13.Sampai jumpa di Tebing Siung….&lt;br /&gt;“we do climbing like play golf”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-495310774459339975?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/495310774459339975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/08/indonesian-climbing-gathering-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/495310774459339975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/495310774459339975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/08/indonesian-climbing-gathering-2008.html' title='INDONESIAN CLIMBING GATHERING 2008'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-8233440574437759473</id><published>2008-08-01T20:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T22:07:38.286-07:00</updated><title type='text'>Memanjat untuk Pemula. seri I</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;10 persiapan yang harus dilakukan sebelum memulai pemanjatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Potong kuku pada jari tangan serta kaki, kuku yang panjang akan membuat pemanjatan tidak nyaman dan aman. kuku yang panjang pada jari tangan amatlah riskan bila terselip di celah sempit, jari tersebut dapat robek dan menimbulkan luka. Demikian pula pada saat hendak memegang Point, pegangan yang minim akan tambah menjadi semakin labil dan tidak kokoh, akibat kuku yang panjang menghabiskan tempat pada pegangan. Ruang kaki di sepatu panjat sangatlah terbatas dan sempit, kuku yang panjang sedikit saja membuat jari kaki tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pilih pakaian yang nyaman, flexible, mudah menyerap keringat dan jika perlu yang Fashionable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lakukanlah pemanasan terlebih dahulu. Seperti halnya mesin tubuh kita juga perlu di sesuaikan atau dipersiapkan. Pemanasan bisa dilakukan selama 5-10 menit, salah satu cara asyik untuk pemanasan adalah dengan jogging. Sebuah penelitian mengungkapkan, berlari-lari kecil dengan berhati-hati atau jogging merupakan salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan sebelum berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Carilah seat harness dengan ukuran/size yang sesuai, atau ketika ketemu yang adjustable, maka di setel terlebih dahulu sampai ukurannya yang sesuai. Terlalu sempit atau terlalu longgar dapat membuat pemanjatan tidak nyaman dan aman. Jangan lupa mengecek gesper sudah terkunci ataukah belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memasang tali kernmantel dinamis dengan menggunakan simpul delapan pada harness dilakukan dengan fokus dan tidak perlu buru - buru, ikuti saja alur tali dan setel pada ujung lipatan tali pada harnes jangan terlalu longgar. Sisa tali dapat kamu buat sebagai simpul back-up (simpul nelayan). Agar lebih yakin tariklah dengan kuat tali tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Cek isi kantung magnesium, isi magnesium secukupnya. pasang di pinggang sebelah belakang dengan kuat dan mudah diraih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memakai sepatu panjat perlahan dan gerakan jari - jari kaki untuk mendapatkan posisi yang pas pada sepatu. Posisi jari yang timpang tindih tidak akan membuat rasa nyaman pada pemanjatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Cek terakhir semua peralatan yang terpasang pada kita. Lakukan dengan mulai meraba gesper harness, simpul delapan tariklah dengan keras , kemudian menepuk beberapa peralatan apa saja yang tercantol pada rak harness jika ada dan terakhir lakukan beberapa goyangan/ goncangan keras pada harness dengan tangan kanan memegang badan simpul delapan dan tangan kiri memegang pita harness yang di pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Konsentrasi pada lintasan panjat (orientasi jalur), &lt;a href="http://matahenry.blogspot.com/2008/06/teknik-membaca-jalur.html"&gt;membaca jalur &lt;/a&gt;yang akan dipanjat mulai dari titik start sampai top lintasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sepakati sistem komunikasi yang akan di pergunakan dengan belayer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AND THEN ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belay on! ON Belay!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-8233440574437759473?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/8233440574437759473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/08/10-persiapan-yang-harus-dilakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/8233440574437759473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/8233440574437759473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/08/10-persiapan-yang-harus-dilakukan.html' title='Memanjat untuk Pemula. seri I'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-3403453633302659583</id><published>2008-07-16T07:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T20:32:59.193-07:00</updated><title type='text'>Memanjat untuk pemula. seri II</title><content type='html'>Ada banyak nasehat yang harus dilakukan apabila kita hendak memulai memanjat, tetapi hanya satu kalimat yang manjur yaitu "hati-hati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lakukan seperti halnya memanjat tangga, bergerak dari satu pegangan ke pegangan yang lain. bergerak dari satu pijakan ke pijakan yang lain, tak perlu buru - buru lakukan se-rilex mungkin. Untuk mengawali belum perlu dahulu menggapai pegangan yang sekiranya tinggi atau jauh, mungkin dengan yang terdekat dahulu. Atau muncul keinginan dengan mencoba memijak terlalu tinggi melebihi dengkul?, ehm... tetapi baiklah, hal itu bisa kamu coba, toh itu bukan hal yang buruk jika kita sudah menggunakan pengaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hindari memegang point (pegangan) terlalu over. Hal itu dapat membuat otot lengan menjadi cepat lelah. Pilihlah pijakan atau pegangan yang besar dahulu serta mudah posisinya. Pada saatnya nanti kita mampu untuk pijakan atau pegangan dengan bentuk dan ukuran yang variatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pergunakan kakimu juga, seperti halnya penggunaan tangan, untuk itu mata adalah indra yang tepat untuk menuntun/ mengarahkan kaki pada pijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Percayai pijakanmu seperti halnya kita berdiri setiap waktu. Jangan hanya terlalu bergantung pada kekuatan tangan, untuk itu percayai pijakanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Percaya pada Belayer/ Penambat dan tetap fokus dalam memanjat. Jika kamu menghawatirkan hal itu, maka carilah siapa yang kamu percayai untuk bisa menjadi belayer dalam pemanjatanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Konsentrasi pada waktu hendak meraih pegangan/ pijakan dan tetap konsen apabila sudah teraih/ terpijak. Sewaktu ketika kamu akan mampu meliuk berdansa pada dinding dengan sangat tenang dan luwes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Memanjat hanya ke atas dahulu..., dan tentu saja keinginan kita semua untuk mencapai puncak, tetapi tetaplah fokus dahulu pada permasalahan yang ada di depan kita , setahap demi setahap mulai dari start sampai top.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memanjat sebenarnya butuh keseimbangan. cobalah untuk menggunakan tumit untuk memijak sebuah point yang besar. kemudian duduk dengan posisi jongkok/duduk pada tumit tersebut dengan satu kaki menjuntai kebawah , dan tentu saja tetap berpegangan. Bebankan semua berat mu pada tumit dan perlahan pasti akan mendapatkan sudut keseimbanganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Ketakutan pada ketinggian adalah kondisi yang normal, sudah menjadi bagian pada kegiatan ini untuk mengontrol rasa takut itu. Lama - lama kita akan sedikit terbiasa dan menjadi biasa. Coba sewaktu ketika dalam posisi yang tidak rumit dimana pegangan dan pijakan bagus, tak ada salahnya untuk melihat kebawah... , sensasi yang tidak biasa menghiasi moment itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Atur waktumu pada waktu bergerak naik. Perlahan dan pasti, tidak tergesa - gesa, tenang dan hati - hati, bayangkan pergerakkanmu dan lakukan. pergunakan tubuhmu untuk memanjat, meliuk dan bebaskan perasaanmu dengan mencoba gerakan yang bervariatif, hingga pada waktunya kamu akan menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan tahu apa yang pernah di alami, jika hanya diam...padahal matahari bersinar cerah, kayaknya tidak ada hujan hari ini, bekal tersedia oleh alam dan kenapa kita belum juga mengenal diri ini...&lt;br /&gt;Mari memanjat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-3403453633302659583?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/3403453633302659583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/07/memanjat-untuk-pemula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/3403453633302659583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/3403453633302659583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/07/memanjat-untuk-pemula.html' title='Memanjat untuk pemula. seri II'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-5662339419877371920</id><published>2008-07-01T03:30:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T04:06:36.589-07:00</updated><title type='text'>Wisata ke Pantai Siung</title><content type='html'>Pantai Siung memang tidak sepopuler pantai Parang Tritis dan pantai Sadeng, namun pantai yang berada di Gunung Kidul ini menampilkan pesona alam yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi pantai Siung dapat ditempuh dengan mudah melalui kota wonosari dengan tujuan Kecamatan Tepus, Desa Purwodadi, 35 km dari kota Wonosari. Berbeda dengan pantai lainnya, Pantai ini tidak hanya menawarkan pasir putih, tetapi juga jajaran tebing yang luar biasa cocok untuk ajang olah raga petualangan panjat tebing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju lokasi dari jogja menuju ke pantai siung memakan waktu sekitar 2,5 jam menggunakan kendaraan bermotor. Kendati demikian perjalanan menuju pantai ini tergolong mudah dan lancar dengan jalan raya yang mulus , begitu pula dengan transportasi umum yang tersedia melalui terminal Wonosari. Dari terminal Wonosari, kita dapat mencarter angkutan umum ( minibus suzuki carry) dengan kapasita 6-8 penumpang langsung menuju ke lokasi pantai siung, untuk harga tergantung dari tawar menawar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pastinya tebing siung tidak diketahui kapan mulai di panjat pertama kali. Tetapi secara resmi tebing siung mulai di buka pada tahun 2000, ditandai dengan dimulainya pembuatan jalur sport Welcome to Siung oleh Takeuchi Masanobu atas rekomendasi Kabid. Panjat Tebing Alam Pengda FPTI DIY Henry Darmawan. Dan kemudian secara masal dimulai dengan diadakannya Temu panjat tebing Yogyakarta (TPTY). Pada bulan Mei 2003 , digunakan sebagai lokasi Giat petualangan RAIMUNA Pramuka Nasional atas rekomendasi dari Kabid Panjat Tebing Alam FPTI DIY. Desember 2004 digunakan sebagai ajang Kenal medan pada acara temu wicara dan kenal medan mahasiswa pecinta alam se - Indonesia. Kemudian dibuka secara resmi dinyatakan sebagai Kawasan minat khusus panjat tebing yang pertamakali di Indonesia, di tandai dengan acara Asean Climbing Gathering 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Populasi dan kultur sosial , Pantai Siung yang terletak 4 Km dari dusun duwet terdapat kelompok pemukim yang berjumlah 120 orang pemukim, mereka memiliki mata pencaharian sebagai peladang dan nelayan. hampir 90 persen masyarakat pemukim beragama Islam. Bahasa keseharian menggunakan bahasa jawa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diseputaran kawasan tebing terdapat habitat spesies kera ekor panjang, mereka tinggal di celah atau goa yang ada disekitar kawasan. Jumlah mereka bia ratusan bahkan kemungkinan lebih. Keberadaan mereka tidak mengganggu malah menambah daya tarik tersendiri bagi pantai ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Statistik kunjungan ke Pantai Siung terus mengalami peningkatan. Pengunjung yang datang tidak hanya pemanjat tebing saja tetapi juga pengunjung wisata pantai (konvensional)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jenis batuan tebing Pantai siung adalah Kars, tebing yang tertinggi kurang lebih 15 m. Untuk pengaman pada jalur sport menggunakan pengaman bolt (hanger)yang berbahan baja stainless steel dan di perkuat dengan lem epoksi pada boltnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sistem Grade (sistem penilaian tingkat kesulitan dalam pemanjatan tebing) yang dipergunakan pada rute - rute di tebing Siung , menggunakan sistem desimal (USA). ada banyak komplek tebing disini dengan  karakteristik yang bervariasi, dibagi menjadi beberapa blok, dari blok A sampai blok L dan kemungkinan bisa bertambah lagi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tingkat korosi di pantai siung ini sangat tinggi, untuk itu setiap pemanjat harus bertanggung jawab penuh atas keamanan pribadi maupun tim. Penggunaan helm sangat di rekomendasikan dalam olah raga petualangan panjat tebing. Pertimbangkan karakter fisik , mental, cuaca dan evaluasi setiap pengaman yang ada sebelum memanjatnya, kenyamanan dalam pemanjatan tergantung kemampuan dari setiap pemanjat dalam meminimalisasikan bahaya. Sekitar kurang lebih 15 - 20 menit terdapat puskesmas Tepus, di sini juga terdapat unit gawat darurat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fasilitas pendukung selain adanya kamar mandi, pondok pemanjat, di sebelah timur terdapat camping ground serta lahan parkir yang luas. Disekitar kawasan terdapat warung dimana kita dapat membeli makan dan minum. Pada bulan Maret - April dan September - Oktober adalah musim ikan, cukup banyak jenis ikan yang dapat dinikmati. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;akhir kata,  selamat berkunjung dan jagalah kebersihan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-5662339419877371920?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/5662339419877371920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/07/wisata-ke-pantai-siung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/5662339419877371920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/5662339419877371920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/07/wisata-ke-pantai-siung.html' title='Wisata ke Pantai Siung'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-7031509052898005840</id><published>2008-06-23T04:18:00.000-07:00</published><updated>2009-02-14T02:37:51.027-08:00</updated><title type='text'>"Watu Gupit" Parang ndog...Yogyakarta</title><content type='html'>Parang Ndog adalah nama sebuah tempat disebelah timur pantai parang tritis. Istilah nama tersebut di ambil dari kata parang yang artinya pereng atau tebing atau jurang , sementara ndog berarti telur. Khabarnya dahulu kala di daerah ini banyak ditemui batu menyerupai telur di sepanjang pantainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat diatas pantai parang ndog ada daerah yang bernama "Tebing Watu Gupit" atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Tebing Parang Ndog. Tinggi kurang lebih 80 meter, batuan dari jenis kars kristalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju Tebing Parang Ndog cukup mudah. Dari terminal Giwangan Jogja naik bis Jatayu tujuan terminal Parang Tritis. Selama perjalanan kita di suguhi suasana pedesaan dengan sawah yang luas, sewaktu gempa besar terjadi, daerah ini adalah termasuk yang terparah. Sampai di Terminal Parang Tritis perjalanan bisa di lanjutkan dengan naik ojeg jurusan watu gupit. Atau kita memilih untuk berjalan kaki? jika ya mari kita menyusuri jalan raya menuju timur kemudian ketika mata menatap plang rute gerilya perjalanan Panglima besar Jendral Sudirman, maka tak ada salahnya jika kita ikuti jalan setapak itu, yang nantinya rute tersebut akan menuju ke "Tebing Parang Ndog".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kita mengikuti rute ini akan sedikit menguras sedikit tenaga ketika mulai melawati beberapa tanjakan, tetapi jangan khawatir dengan itu. Selama perjalanan kita akan disambut dengan ramah penduduk yang akan tersenyum melihat kedatangan kita, anda cukup senyum serta mengucapkan "monggo" yang berarti mari...&lt;br /&gt;Sewaktu perjalanan sampai di depan suatu tempat dimana terdapat sebuah pendapa dan beberapa banngunan beton, maka sampailah kita pada lokasi yang dinamakan pendopo Watu Gupit. Di sini terdapat warung kecil tempat yu Maryati menjajakan makanan dan "degan ijo".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebing Parang Ndog mulai di panjat sekitar tahun 1984 oleh para pemanjat dari Jogjakarta. Jalur - jalur yang ada memiliki tingkat kesulitan yang relatif bervariasi. Dimulai dari Selatan ke Utara. Dilokasi pertama kita akan melewati  jalur &lt;strong&gt;Welcome&lt;/strong&gt; (TPTY ) , kemudian &lt;strong&gt;Oplos &lt;/strong&gt;(tim Gapadri ), &lt;strong&gt;Brandal&lt;/strong&gt; (Heri kecik, APACHE), &lt;strong&gt;Empat Piton &lt;/strong&gt;(Srikandi,TPTY), setelah itu jalan agak sedikit berhati - hati karena kita akan menuruni jalan setapak. Permukaan tebing agak sedikit lebih bersih dari tumbuhan rambat...  kita akan menjumpai sebuah roof kurang lebih 2 meteran disini ada jalur yang dikenal dengan nama &lt;strong&gt;BALIHO&lt;/strong&gt; (Andi APACHE &amp;amp; Friends), tidak jauh disebelahnya akan ditemui jalur dengan nama &lt;strong&gt;Crack Besar &lt;/strong&gt;(rute Klasik) dengan ciri crack yang besar.  Agak sedikit maju ke utara ada jalur &lt;strong&gt;Cancut&lt;/strong&gt; (Tedi Ixdiana, Skygers), diutaranya lagi ada jalur &lt;strong&gt;Pancasila&lt;/strong&gt; yang ditandai dengan roof kecil (Agus Asu, Madawirna) biasanya menjadi tempat yang favorit, lokasinya terbuka bersih viewnya bagus , pantai bisa terlihat smooth dari sini. Masih satu lokasi sedikit ke arah utara lagi maka akan ditemui empat buah hanger, rute ini namanya jalur &lt;strong&gt;Cemplon&lt;/strong&gt;(Cemplon, MAPALA UPN). Kemudian tebing berbelok membujur ke arah timur. Dari barat - ke timur ada jalur yang namanya &lt;strong&gt;Sapu Jagat&lt;/strong&gt; (Tedi Ixdiana, Skygers) berfoto di jalur ini sangat luar biasa hasilnya, bisa dicoba deh. Persis di timur jalur Sapujagat ada jalur yang dibuat mengawali Tahun 2000, jalur tersebut dinamakan adalah jalur &lt;strong&gt;MILENNIUM &lt;/strong&gt;(Henry, FPTI DIY) . Diutaranya &lt;strong&gt;Pass 2000&lt;/strong&gt; ( Ade Luwak Janagiri), &lt;strong&gt;Naga mas&lt;/strong&gt; (Ali).&lt;br /&gt;Tebing akan membujur ke arah utara dimana ada jalur &lt;strong&gt;Kabisat&lt;/strong&gt; (Kumbo&amp;amp;Heri Kecik FPTI DIY), seterusnya adalah Jalur Semut( jalur Klasik), tak jauh di samping sebelah utara terdapat sebuah crack yang lumayan besar, jalur ini dinamakan &lt;strong&gt;Samsul Rijal&lt;/strong&gt;. Sebelah utaranya terdapat beberapa hanger yang terlihat, dahulu terdapat bendera merah putih di top jalurnya, dinamakan Jalur &lt;strong&gt;Merah Putih &lt;/strong&gt;(Kasta Surbakti, GAPADRI), atau lebih dikenal dengan nama "&lt;strong&gt;9 Bor&lt;/strong&gt;". Sebenarnya ada jalur diantara jalur 9 Bor dengan crack Samsul Rijal, dinamakan Jalur &lt;strong&gt;UNISBA&lt;/strong&gt;, yang nantinya top jalur adalah sama dengan topnya samsul rijal. Agak ke utara dari 9Bor ada sebuah jalur yang dinamakan jalur "ASU"(agus asu Madawirna) jalur ini penuh dengan semak belukar. Di sebelah utara tebing Prang ndog ada tebing yang berdiri sendiri terlepas dari Tebing Parang Ndog, Namanya Tebing Ungu jalurnya pun dikenal dengan nama Jalur &lt;strong&gt;Ungu&lt;/strong&gt; (Agus asu Madawirna). Disebelah barat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jalur brandal&lt;/span&gt; terdapat tebing kecil yang berdiri sendiri, di tebing itu ada jalur yang dinamakan jalur &lt;strong&gt;12 Lewat&lt;/strong&gt;(tedi ixdiana, Skygers), karena begitu melewati jam 12.00 komplek arael ini terlindung dari sengatan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila lelah setelah seharian memanjat, ada baiknya jika kita turun ke pemandian air panas Parang Wedang, disana kita bisa berendam air hangat. Sore menjelang di sebelah selatan dari pendopo ada lokasi yang dikenal dengan nama "landasan", sempatkan untuk melihat pantai parang tritis dari sana... Pemandangan laut selatan, garis pantai , komplek Hotel Queen of South.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarankan untuk membawa air bersih yang anda bisa dapatkan di pantai parang tritis, karena di kawasan pemanjatan persediaan air sangatlah minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang dan bermain. Packing peralatanmu, cek semua perlengkapan, jangan lupa bawa bekal yang cukup dan berdoa "Semoga Tuhan menyertai orang - orang berani...Amin".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-7031509052898005840?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/7031509052898005840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/06/watu-gupit-parang-ndogyogyakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/7031509052898005840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/7031509052898005840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/06/watu-gupit-parang-ndogyogyakarta.html' title='&quot;Watu Gupit&quot; Parang ndog...Yogyakarta'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-6758655671421228468</id><published>2008-06-16T03:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-26T04:25:10.652-07:00</updated><title type='text'>Wisata minat khusus panjat tebing Pantai Siung</title><content type='html'>Pantai Siung memang tidak sepopuler pantai Parang Tritis dan pantai Sadeng, namun pantai yang berada di Gunung Kidul ini menampilkan pesona alam yang luar biasa. Lokasi pantai Siung dapat ditempuh dengan mudah melalui kota wonosari dengan tujuan Kecamatan Tepus, Desa Purwodadi, 35 km dari kota Wonosari. Berbeda dengan pantai lainnya, Pantai ini tidak hanya menawarkan pasir putih, tetapi juga jajaran tebing yang luar biasa cocok untuk ajang olah raga petualangan panjat tebing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju lokasi dari jogja menuju ke pantai siung memakan waktu sekitar 2,5 jam menggunakan kendaraan bermotor. Kendati demikian perjalanan menuju pantai ini tergolong mudah dan lancar dengan jalan raya yang mulus , begitu pula dengan transportasi umum yang tersedia melalui terminal Wonosari. Dari terminal Wonosari, kita dapat mencarter angkutan umum ( minibus suzuki carry) dengan kapasita 6-8 penumpang langsung menuju ke lokasi pantai siung, untuk harga tergantung dari tawar menawar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Secara pastinya tebing siung tidak diketahui kapan mulai di panjat pertama kali. Tetapi secara resmi tebing siung mulai di buka pada tahun 2000, ditandai dengan dimulainya pembuatan jalur sport Welcome to Siung oleh Takeuchi Masanobu atas rekomendasi Kabid. Panjat Tebing Alam Pengda FPTI DIY Henry Darmawan kala itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Untuk meluruskan sejarah Panjat Tebing di pantai Siung, dari beberapa berita yang dirilis berbeda oleh beberapa situs blog dan web yang mengatakan bahwa telah datang pecinta alam dari jepang di tahun 89 dan bla ... bla... bla... Sebenarnya Tekeuchi adalah seorang ilmuan yang bekerja di proyek Sabo Jogjakarta yang bersama istrinya Mrs. Rika adalah penggemar olahraga panjat tebing dan mereka bukan "pecinta alam" seperti yang dimaksud seperti sejenis mapala dan sebagainya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian secara masal dimulai dengan diadakannya Temu panjat tebing Yogyakarta (TPTY). Pada bulan Mei 2003 , digunakan sebagai lokasi Giat petualangan RAIMUNA Pramuka Nasional atas rekomendasi dari Kabid Panjat Tebing Alam FPTI DIY. Desember 2004 digunakan sebagai ajang Kenal medan pada acara temu wicara dan kenal medan mahasiswa pecinta alam se - Indonesia. Kemudian dibuka secara resmi dinyatakan sebagai Kawasan minat khusus panjat tebing yang pertamakali di Indonesia, di tandai dengan acara Asean Climbing Gathering 2005.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Populasi dan kultur sosial , Pantai Siung yang terletak 4 Km dari dusun duwet terdapat kelompok pemukim yang berjumlah 120 orang pemukim, mereka memiliki mata pencaharian sebagai peladang dan nelayan. hampir 90 persen masyarakat pemukim beragama Islam. Bahasa keseharian menggunakan bahasa jawa. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diseputaran kawasan tebing terdapat habitat spesies kera ekor panjang, mereka tinggal di celah atau goa yang ada disekitar kawasan. Jumlah mereka bia ratusan bahkan kemungkinan lebih. Keberadaan mereka tidak mengganggu malah menambah daya tarik tersendiri bagi pantai ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Statistik kunjungan ke Pantai Siung terus mengalami peningkatan. Pengunjung yang datang tidak hanya pemanjat tebing saja tetapi juga pengunjung wisata pantai (konvensional)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jenis batuan tebing Pantai siung adalah Kars, tebing yang tertinggi kurang lebih 15 m. Untuk pengaman pada jalur sport menggunakan pengaman bolt (hanger)yang berbahan baja stainless steel dan di perkuat dengan lem epoksi pada boltnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sistem Grade (sistem penilaian tingkat kesulitan dalam pemanjatan tebing) yang dipergunakan pada rute - rute di tebing Siung , menggunakan sistem desimal (USA). ada banyak komplek tebing disini dengan karakteristik yang bervariasi, dibagi menjadi beberapa blok, dari blok A sampai blok L dan kemungkinan bisa bertambah lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tingkat korosi di pantai siung ini sangat tinggi, untuk itu setiap pemanjat harus bertanggung jawab penuh atas keamanan pribadi maupun tim. Penggunaan helm sangat di rekomendasikan dalam olah raga petualangan panjat tebing. Pertimbangkan karakter fisik , mental, cuaca dan evaluasi setiap pengaman yang ada sebelum memanjatnya, kenyamanan dalam pemanjatan tergantung kemampuan dari setiap pemanjat dalam meminimalisasikan bahaya. Sekitar kurang lebih 15 - 20 menit terdapat puskesmas Tepus, di sini juga terdapat unit gawat darurat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fasilitas pendukung selain adanya kamar mandi, pondok pemanjat, di sebelah timur terdapat camping ground serta lahan parkir yang luas. Disekitar kawasan terdapat warung dimana kita dapat membeli makan dan minum. Pada bulan Maret - April dan September - Oktober adalah musim ikan, cukup banyak jenis ikan yang dapat dinikmati. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;akhir kata, selamat berkunjung dan jagalah kebersihan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-6758655671421228468?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/6758655671421228468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/06/wisata-minat-khusus-panjat-tebing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/6758655671421228468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/6758655671421228468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/06/wisata-minat-khusus-panjat-tebing.html' title='Wisata minat khusus panjat tebing Pantai Siung'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-2556011615097196307</id><published>2008-06-16T03:51:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T03:52:57.377-07:00</updated><title type='text'>Teknik membaca jalur</title><content type='html'>dari tulisan Tony Yaniro-Climbing Magazine 157, 1994&lt;br /&gt;Bacalah jalur seakan kita akan menemuinya selama pemanjatan : “satu gerakan tiap waktu”. Sering terjadi pada waktu pengamatan (orientasi jalur),yang tentunya sangat singkat (hanya 6 menit) untuk mengamati jalur yang akan mengintimidasi kita.&lt;br /&gt;Ketika kita mendekati dinding, cobalah untuk rileks dan jangan membuat diri kita terengah-engah. Lebih baik melakukan pemanjatan sekali secara effektif daripada dua kali tetapi tidak effektif. Dengar dan pahami apa-apa yang disampaikan oleh juri kompetisi lalu tanamkan semangat “Bagus, ini akan sangat menyenangkan. Apa yang kita dapat hari ini”dan bukan pikiran macam “aduh, ini akan sangat mengerikan”. Ingat : jalur yang telah dibuat pasti dapat dipanjat setidaknya mendekati puncak. Berikutnya jangan biarkan diri kita menjadi ‘meremehkan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacalah jalur seakan kita akan menemuinya selama pemanjatan : satu gerakan tiap waktu. Kemudian kita kembangkan strategi lain yang lebih baik. Bayangkan kita sedang memegang poin pertama dan ambillah napas yang dalam tapi rileks. Kemudian lanjutkan keatas dari pegangan ke pegangan, gerakan demi gerakan bahkan sampai liukan badan kita dan melayang diudara dengan tangan dan kaki apabila ada yang tidak jelas/ragu, pikirkan kemungkinan-kemungkinan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika satu gerakan tidak jelas, bayangkan semua kemungkinan, kemudian ambil gerakan terakhir sebelum kebagian yang tidak jelas itu sampai ketemu satu pegangan yang kita yakin, seperti ; “saya tahu, saya harus menempatkan tangan kanan di pocket itu”. Lalu turun kebawah lagi dengan membalik gerakan dari bagian yang tidak jelas. Jangan lupa bahwa kita sering dapat menukar atau membuat pas (balance) tangan dan kaki kita pada poin, atau bahwa kita dapat bergerak, lebih dari sekali pada pegangan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan lain yang sering dilupakan adalah turun dulu kebawah dan re-orientasi (membaca kembali/menyiasati kembali) beberapa gerakan sebelum mengangkat badan kembali. Seringkali satu pegangan yang kelihatannya tidak bisa digunakan padahal merupakan poin “batu loncatan” kepegangan atau pijakan berikutnya. Jika bagian tersebut belum jelas juga, kita harus tetap melanjutkan membayangkan/merancang pemanjatan (tidak tertahan di satu bagian). Sering terjadi satu gerakan yang terlihat sangat sulit dari bawah menjadi tidak terlalu sulit dilakukan pada saat pemanjatan. Jangan menghabiskan waktu pengamatan terfokus hanya pada satu gerakan yang akan menghabiskan waktu dan energi. Jika kita punya waktu lebih, kita dapat kembali ke bagian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala kita dapat membaca poin yang sedang dipegang pada satu pegangan yang tidak wajar dengan menandai satu sisi dari pegangan tersebut. Berikan perhatian pada bagian ibu jari. Ada banyak hal lain yang sulit untuk digambarkan, yakinlah bahwa kita tidak pernah luput melihat semua pegangan dan pijakan, khususnya yang mungkin sangat vital yang ada dipojokan atau daerah sekitarnya. Ingat juga bahwa pembuat jalur punya kerja cukup banyak dan tidak mempunyai waktu ekstra untuk meletakkan pegangan yang tidak penting didinding. Juga cari tanda-tanda (jejak magnesium) yang ada disekitar pegangan yang sulit untuk diamati, atau dengan bantuan bentuk dinding. Catat arah (sumbu lintasan) dari tanda-tanda tersebut, seperti biasanya tanda diberikan agar kita mengarah kepegangan dari posisi yang tepat.&lt;br /&gt;Biasanya pembuat jalur membuat satu jalur dengan sedikit pilihan, menggunakan pijakan tambahan atau pegangan perantara (transfer) untuk meyamakan selisih ketinggian. Jika kita berusaha untuk melewati pegangan tanpa menggunakannya, pasti bahwa kemudian kita akan melakukan urutan pemanjatan yang kacau.&lt;br /&gt;Jika kita membaca lebih tinggi lagi pada jalur, rasakan untuk tetap rileks dan terkontrol, umumnya jarang sekali pembuat jalur tidak membuat tempat/posisi istirahat (rest position-RP) dibagian yang lebih tinggi dibandingkan pada bagian yang lebih rendah. Jika kita punya waktu, ulangi seluruh jalur sekali lagi. Bayangkan melakukan gerakan dan rileks dimanapun jika memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba waktu pemanjatan, bergeraklah secara yakin dan pasti, lebih tenang dan cepat, effektif tapi nyaman. Hindari malu dan tidak percaya diri, hingga rasa takut tidak akan terjadi. Siaplah pada gerakan yang akan mengubah irama, seperti gerakan yang agresif, dinamis dan akurat, sehingga kita tidak menghabiskan energi percuma.&lt;br /&gt;Selama memanjat kita harus tetap membaca jalur, kecuali kita sedang beruntung. Beberapa gambaran yang telah kita buat sebelumnya bisa tidak tepat. Jangan panik, usahan tetap kreatif. Berapa banyak pemanjat yang gagal mencoba pemanjatan dengan urutan yang tidak benar berulang-ulang? Jika sesuatu dirasakan seperti tidak enak, usahakan tetap rileks dan lihat pilihan lain, kita bisa menukar tangan atau bahkan turun sedikit untuk kembali ke urutan pemanjatan yang benar.&lt;br /&gt;Secara umum pembuat jalur mencoba membuat jalur tanpa bagian tersulit (crux), karena tujuan dari jalur adalah untuk memisahkan kelas pemanjat, ia tidak ingin ada bottleneck (penumpukan/crux mati). Jika satu gerakan dirasa sekarakter dengan lainnya, pasti terjadi salah urutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah mempunyai perspektif yang positif mengenai kenapa kita ada di kompetisi ini. Dan sikap positif untuk tetap membuka mata :”ada banyak kompetisi, tetaplah membuka mata dan belajar”.&lt;br /&gt;(disadur dan diolah oleh Robert Antonius)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat dengan Mata,&lt;br /&gt;Baca dengan Hati,&lt;br /&gt;Melangkah dengan Keyakinan”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-2556011615097196307?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/2556011615097196307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/06/teknik-membaca-jalur.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/2556011615097196307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/2556011615097196307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/06/teknik-membaca-jalur.html' title='Teknik membaca jalur'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-4106875752375620880</id><published>2008-05-20T05:09:00.000-07:00</published><updated>2008-04-11T05:44:37.391-07:00</updated><title type='text'>to all with love</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Pengetahuan&lt;/span&gt; ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bagi sebagian orang, kadang - kadang belajar menjadi sebuah pengalaman yang kurang menyenangkan. keberadaan sahabat yang sabar membimbing, sungguh sangat melegakan. Putus asa juga sering dialami ketika seseorang berusaha mengerti dan mendalami sebuah makna ... alangkah menyenangkan jika ada yang mau berbagi tanpa merasa kehilangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Perspektif ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menjadi bijak bukanlah proses yang singkat dan mudah. Ukuran kedewasaan dan kebijakan diukur dari jumlah tingkat kesulitan, tantangan,dan kemampuan bertahan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Adalah sebuah tindakan yang kurang bijaksana untuk mencoba memahami sebuah makna tanpa bimbingan dari yang pernah mengalami... .Dan berbagi perspektif adalah isi dari kebijakan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Peka ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya pengetahuan, seringkali kita bertemu dengan tantangan dan ketidak pastian. Keberadaan seseorang yang peka terhadap kebutuhan yang lain dan ingin membantu, tentu akan memudahkan mengatasi tantangan tersebut demi menjaga kelangsungan hubungan baik di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Tekun ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu pertumbuhan selalu membutuhkan waktu dan ketekunan. Kemampuan untuk peduli dan bertahan pada sebuah prinsip akan menentukan arah dan jalur sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Percaya ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dunia ini menawarkan banyak kebaikan dan bahaya. Mencoba sesuatu yang baru seringkali berarti bermain dengan resiko, sehingga sangatlah bijak jika melakukan kerjasama dan berbagi dan saling memenuhi. Menebang keraguan, Mengembangkan Diri ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;GAPADRI Mapala STTNas Yogyakarta...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tak terasa sudah 14 thn menjadi penyaksi... .Penyaksi segala persaudaraan yang terbungkus oleh kesetiakawanan. ..... tak terlihat karena dekat hingga kebas tak terasa. Salut bagi para penjaga pilar bangunan tradisi, yang kadang terhina dan dihinakan... .kamu semua luar biasa dan bangga bisa berada disisi kanan - kiri depan belakang atas maupun bawah...&lt;br /&gt;Dan maaf untuk tidak dapat hadir pada perjamuan untuk berbagi...&lt;br /&gt;JABAT ERAT,&lt;br /&gt;228/GPA/IX/94 Wedus Gembel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-4106875752375620880?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/4106875752375620880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/04/to-all-with-love.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/4106875752375620880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/4106875752375620880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/04/to-all-with-love.html' title='to all with love'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-6122135401964718431</id><published>2008-05-06T05:20:00.003-07:00</published><updated>2008-06-16T03:51:13.159-07:00</updated><title type='text'>alas ondo wurung surogentho dan sardulo petak</title><content type='html'>Wah kok ra tekan - tekan toh (kok ngga sampai sampai sih)... beban berat serta udara panas, mulai mempengaruhi suasana perjalanan... Gluk... gluk... gluk ...ah air di veples tinggal setengah intipku di lubangnya yang terlihat beriak saat digoncang, kelat di lidah hilang segar sementara... Keringat gak berenti berenti keluar dari pori - pori, lengan terangkat, ketiak dekat dengan hidung ...ehm aku lupa ga pakai rexona rupanya... Angin jarang berhembus, atau mungkin malas datang aja, karna hanya disuruh ngajak pergi bau badan yang ...he..he..he.. ngaco lagi. Jalan setapak ngga begitu lebar kadang memotong ladang singkong. Kebanyakan daerah ini di penuhi dengan semak belukar khas daerah gunung kidul, agak sedikit lega bila terkadang melewati hutan jati walau ngga begitu rapat tapi lumayan lah sedikit terlindung dari matahari, batu- batu kapur tajam dan juga tanah lempung sepanjang perjalanan... Ini udah 2 jam perjalanan naik turun lembah, mataharinya terasa ada tiga dan bla...bla...bla... Hari Selasa di tahun 2001 bulan November awal minggu... waktu itu Kantor PARIGI INDONESIA masih di dusun sedan. datang dua teman mampir di penghujung malam, Agak lama juga Robert dan mas Cumbo gak datang ke kantor, mungkin sibuk dengan urusan FPTI... ndrik sibuk gak? tanya mas Cumbo mengawali pembicaraan... la piye tho mas? tanyaku balik... ada tawaran untuk kita dari mas Beki... oh ya ... aku langsung ngeh... kapan brangkatnya mas ? hari kamis langsung ke lokasi... daerah itu namanya Alas ondo wurung... wah kita cuma punya waktu sehari untuk siap - siap ya. Peralatan Panjat beberapa sudah siap... , Robert sudah kontak MAHABIRU dan mereka bisa meminjamkan 1 Roll kernmantel Dinamis jadi kita hanya kurang kernmantel statik... kita pinjam dari dari GAPADRI aja mas kataku... oke kalau begitu sudah lengkap berarti mas, sahut Robert. Pembicaraan berlanjut dengan menyusun rencana perjalanan..., mungkin karna kebiasaan kami dan juga cuaca malam di dusun itu sepi dan dingin pembicaraan kami pun semakin ngalor ngidul... Keberangkatan dari desa terakhir jam 16.00 dan kita sampai di lokasi 18.35. Ternyata lokasinya di dekat laut atau tepatnya di pinggir Jurang yang langsung laut...anginnya santer dan suara gemuruh ombak terdengar cukup santer, Deeeerrrrr!! sambung menyambung ... Laut yang sudah berwarna gelap sedikit berwarna terang pemandangan yang tersisa dari sunset di batas horison, seperti garis pendek dari kiri ke kanan yang sedikit bruwet... Kita ngecamp di pondok dekat ladang yang di sana mas kata si penunjuk jalan... guk... guk...guk ... jancuk ono kirik mas sahutku. Yo jelas kirik kuwi Ndrik, duk suworone wong.. he... he...sahut Robert (dengan logat suroboyo kental), loh ono loh sing suworone koyok ngono, debat mas kumbo, sopo mas?sopo? opo koncone dewe? tanyaku. Wah nek kuwi ra melu melu sela Robert, tiba - tiba mungkin kami teringat salah satu sosok "teman" di FPTI jogja ... ha...ha..ha..ha Pondok ini lumayan bersih, meski ada beberapa tumpukan jagung kering yang belum sempat di bawa pulang oleh si pemilik ladang, juga serpihan kulit kayu. Atapnya dari alang - alang di jepit oleh bambu dengan konstruksi tiang dari kayu akasia, dindingnya dari gedek berwarna abu - abu saking keringnya, ada satu dua semut kerja dipojok sana, didekat sarang laba laba yang tinggal setengah. Bekas perapian di kelilingi batu- batu kapur dengan sedikit bara yang tertinggal di antara serpihan arang, asap yang meliuk begitu tertiup angin, ehm ... segar tercium aromanya meski sedikit terganggu oleh bau tubuh beberapa orang prengus ini ...Bau jagung bakar... bikin lapar aja... bruk! bruk! ransel dan bursak ku taruh di tanah dan langsung kusandari seraya tangan meraih veples dan gluk...gluk dan lagi dan lagi ...huh...!! Gawe anker neng kono ndrik kata Robert seraya menunjuk titik lokasi awal start dekat bibir jurang, akupun beranjak menuju arah yang di tunjuk olehnya... ada pohon jati dan hamparan batu kapur, disana sudah menunggu 3 orang bapak - bapak yang mengantar kami kemari semalam. Tiba - tiba kakiku terasa geli dan jantungku berdesir... Tolong pak ojo minggir - minggir, ku peringatkan mereka sambil memasang seutas webbing pada pangkal pohon jati yang kurang lebih 15 cm diameternya , kusimpul delapan tersambung dengan carabiner screwgate oval buatan kong, ku ulirkan kearah mengunci pol dratnya dan ku kendorin sedikit agar ngga susah nanti waktu membuka. Click cowstailpun terpasang dan mulai aku meraba hamparan batu kapur sambil ku ketukkan palu ke bagian batu tersebut, ah... ini dia. Ting! ...ting!!...ting!!! suara logam beradu dari hammer dan piton jenis lost arrow sewaktu kupasakkan kecelah sempit. clik! clik! equalizing...ku hentak - hentak kernmantel yang panjangnya sudah tidak utuh ini (kira kira 25 meter) , ehm ... dan mulai ku pasang grigri ku perlahan kutepuk tepuk semua peralatanku mulai yang di dada (croll), pinggang, samping kiri kanan depan belakang... grigri ku sentuh dan mulai ku tarik tali dari grigri ehm ...perlahan kupegang harness di pinggang dan ku goyang sekeras kerasnya, ah gak ada yang berubah dari tempatnya pikirku lega. Jiro jiro jiro, jirolu jirolu gumanku perlahan, ah ini sih kebiasaan ku untuk memupuk keyakinan dan atur detak jantung aja... TUHAN BERSAMA ORANG BERANI... begitu doaku terpanjatkan, kernmantel menegang, kutarik tuas grigri lembut dan kuulur perlahan kernmantel sambil perlahan menapak sedikit ke kanan menuju teras kecil yang menurut pengetahuan para pengantar tepat dibawahnya lah lokasi tempat tersebut, Ndrik onok ngon nggo gawe pengaman gak selain pohon di teras sempit kuwi teriak robert keras diselingi deburan suara ombak dibawahku...oh laut yang liar di bawah sana, yang luarbiasa itu gelombangnya besar dan suaranya menggelegar begitu menyentuh gigir tebing, lumayan dalam jurang ini...kira kira satu setengah tali menurut perkiraanku. Ah deg deg deg suaranya jantung semakin banter aja kaya mau balapan...benar juga idiom bahwa batas antara pengecut dan hati - hati sangat tipis, tapi rasa takut beda dengan pengecut...takut penting di pelihara... Tempatnya bagus buat pitch untuk membelay nanti Bert sahutku. Matahari bersinar cerah, angin lembut berhembus, tanganku sibuk memasang pengaman di teras kecil ini, paling tidak ada tiga yang sudah terpasang...clik!clik! simpul pangkal dan terakhir simpul delapan ... ROPE FREE.... teriakku keras... kemudian semua peralatan ku atur tergantung rapi, agar lebih mudah memilihnya nanti, kemudian mas cumbo terlihat turun menyusulku... clik! dan clik! piye mas langsung po? seraya tanganku menyambut bursak yang dibawanya...sebentar dia melihat instalasi di pitch dan melengok kebawah...ada dua lintasan tali yang terpasang terjuntai kebawah.. tangannya memindah descendernya ke tali kernmantel statis warna putih ... dia kemudian mengambil ancang- ancang tepat sebelum Robert datang menyusul. Ati - ati mas... mas cumbo mulai turun perlahan, aku sibuk membantu Robert yang membawa semua perlengkapan kami termasuk perlengkapan masak dan logistiknya. BYUR! .... Naik bulu kuduk ku seraya cepat kami melihat kebawah. Satu yang terbesar jatuh, sempat di ikuti pandangan mata setelah di usik kaki mas cumboawalnya terlihat bergeser perlahan kemudian lepas dari tebing dan jatuh semakin cepat disambut lompatan air beriak dan suara yang keras...Tebing ini sedikit over hang, batuannya mengalami pelapukan. sepertinya belum pernah ada yang menuruni tempat ini. Terayun - ayun sedikit berpendulum berusaha meraih sebuah celah dan dipasaklah sebuah bong - bong (jenis piton untuk celah yang sedikit besar) pada celah yang memanjang ke atas. kemudian sedikit demi sedikit tanpa terasa sudah satu jam mas cumbo di bawah sana. Bert ketok e aku susul sekarang seraya ku pasang descender auto stop pada lintasan tali lain dan mulai aku turun menyusul dengan perlahan ku sematkan taliku pada pengaman yang telah terpasang agar aku dapat rapat pada tebing, satu persatu sampai akhirnya aku sampai pada tempat mas cumbo...drik tepat di bawah kakiku pasang piton trus kamu turun coba orientasi medannya... piton terpasang dan aku mulai turun lagi tepat di depanku terlihat sebuah roof yang panjangnya kira kira 15 meter dengan batuan kapur berwarna hitam dengan sedikit sekali cacat batuannya... piye wes ketok guwone ndrik.... ! wes mas Jawabku. Kira- kira segede pantat mobil truck lebarnya... Gak puas rasanya hanya melihat dari atas, ku remas handle auto stop, sampai batas tiga meter perkiraanku dengan gelombang laut sejajar dengan mulut goa yang terlihat gelap, sedikit samar - samar terkena bias embun air hasil gelombang yang menghempas tebing. Ku kunci descender dengan melilitkan tali dan mulai kuamati kembali areal ini, sampai suatu ketika... Pandanganku beralih pada gelombang laut yang dekat dibawahku, tersembul karang yang halus tanpa terlihat sedikitpun tonjolan atau pun kasar seperti karang pada umumnya... berwarna coklat muda blentong - blentong hijau, putih, hitam dan eh..?kok ...?? loh !?? #### karangnya pindah tempat ####. Itulah waktu terlama dalam hidup, seakan semua berjalan sangat lamban sekali ketika ... Ku pasang jumar pada tali seraya meraih footloop, sedikit tarikan dan oh..croll pun terpasang darah ku makin tersirap, detak jantung gak bisa terkendali semakin dingin rasanya tubuh di cuaca terik ini....tanpa ba bi bu atau lepas descender aku mulai melaju naik keatas, meskipun beban tali yang tersisa terasa berat dan menggangu, kucoba berusaha mengejar mas cumbo yang sudah terlihat hampir satu tali diatasku, begitu mas cumbo terlihat sudah menginjak teras pitch, sekilas aku teringat tentang obrolan sebelum tidur semalam, tentang sesuatu yang aneh di daerah ini, sesuatu yang mistik ...TO BE CONTINUE&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-6122135401964718431?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/6122135401964718431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/05/alas-ondo-wurung-surogentho-dan-sardulo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/6122135401964718431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/6122135401964718431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/05/alas-ondo-wurung-surogentho-dan-sardulo.html' title='alas ondo wurung surogentho dan sardulo petak'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-2432561886391980916</id><published>2008-04-25T04:15:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T06:01:05.938-07:00</updated><title type='text'>Mungkin atau dimungkinkan...</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Jejak kaki tapak maya &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;retak sana sini &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;terkena alur alir air.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Tiga badai lagi kabur dan sirna...(henry)**&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Agar unggul dalam sebuah kompetisi yang dalam tanda petik " Maju tidak tertinggal", layak artinya untuk lebih terbuka serta tanggap akan hal yang bersifat inofasi tanpa harus meninggalkan perbaikan mutu dari proses yang terjadi. Di dalam perkembangannya Panjat Tebing diawali dengan berbagai pujian yang sangat melambungkan, kemudian mulai memasuki proses seperti halnya manusia, lahir dan tumbuh besar, cepat atau lambat akan menghadapi berbagai macam dinamika publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanapun ada manusia , maka disana pasti akan ditemukan berbagai macam nilai- nilai, ide, keyakinan, sikap serta berbagai macam batasan batasan yang mungkin lebih akrab disapa standart. Konflik diantara personal ataupun Badan dengan personal hampir tidak terbatas dalam berbagai macam kontek, benturan- benturan sering terjadi karena masing - masing individu memiliki berbagai macam kepentingan dan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diciptakan berbeda untuk saling mengenal satu dengan lainnya sama lain, bukan berarti harus berkonflik jika semua dapat di kendalikan, tetapi jika harus berkonflik mungkin tidak akan berarti apa - apa jika nantinya semua syarat - syarat yang diminta dapat di negosiasikan (yang ini mendewasakan), akan tetapi jika semua yang ada sudah menjadi buta matanya juga tidak dapat lagi menimbang segala untung rugi dengan mengedepankan ego, atau bahkan kemudian memilih memasuki kawasan intrik, maka itu sudah menjadi sesuatu yang menghancurkan semua kebaikan dari apa yang hendak dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah salah satu pasel dari berjuta - juta pasel sebuah potret dari Panjat Tebing Indonesia, aku menyaksikan sebuah kemenangan, kesedihan, kesombongan, patah tumbuh hilang berganti, atau teman yang terkadang menghianati (SLANK) . Intrik mulai dari bentuk yang smooth sampai pada tataran yang menurutku tidak lagi masuk di akal, yang kesemuanya itu mengarah pada bentuk - bentuk penghancuran diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa "kemajuan ?" karna kita tak ingin hanya sekedarnya, mengapa harus lebih dari sekedarnya? karena kita tak ingin tertinggal, mengapa tak ingin tertinggal? karena kita ingin ditinggal, kenapa tak ingin di tinggal? karena kita tak mau sendiri... karna bila sendiri tak mungkin bisa berbagi... &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Apakah pilihan sudah jatuh pada kalimat," spesies terbaik adalah bukan karena kuat, tetapi karena mampu beradaptasi dengan baik pada lingkungannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pada awalnya kita semua melihat sisi dari sebuah gambar PANJAT TEBING dengan baik dan benar, terang dan tidak buram. Adalah muncul sebuah pertanyaan,  "bilakah kita secara bersama dapat melihat kembali bentuk gambar itu, akankah kita yang menjadi pasel- pasel itu secara bersama menyusunkan bentuk dan pola dengan kesadaran diri bahwa letak serta porsi kita berada di tempat yang seharusnya ?"&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Ataukah aku hanya akan mengutip sebuah kalimat dari pendahuluku, "Ketika semua tebing telah rata dengan tanah..., maka akan kudirikan sebuah di hatiku, dan akan ku panjati setiap hari"&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau ini hanya akan jadi sebuah pilihan terakhir bagi ku seperti kalimat diatas**...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah kita bisa "memungkinkan" semua ini... Ayo Jogja!! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-2432561886391980916?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/2432561886391980916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/04/jejak-kaki-tapak-maya-retak-sana-sini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/2432561886391980916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/2432561886391980916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/04/jejak-kaki-tapak-maya-retak-sana-sini.html' title='Mungkin atau dimungkinkan...'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7063869946021708041.post-3997517897916446930</id><published>2008-04-23T04:54:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:24:29.932-08:00</updated><title type='text'>Ekspresi PANJAT TEBING</title><content type='html'>Sejarahnya dimulai entah dimana, tumpang tindih seiring waktu... dari bahasa memanjat jelas istilah ini awalnya dari surga, meskipun itu memanjat pohon larangan ... tetapi tetap saja itu memanjat dan dilakukan oleh Adam sang manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian resmi tercatat oleh sejarah, ketika kaum Bani Israel exodus menuju tanah harapan, &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SA86C1URDdI/AAAAAAAAAAc/GJHGmnvwYgU/s1600-h/CAGHIVW1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192432715727703506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 137px; CURSOR: hand; HEIGHT: 122px" height="113" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SA86C1URDdI/AAAAAAAAAAc/GJHGmnvwYgU/s320/CAGHIVW1.jpg" width="161" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dimana seorang Musa merasa perlu memanjat gunung sinai karna perintah Allah...itulah memanjat gunung atau tebing pertama kali menurut pengetahuanku, meskipun tanpa meninggalkan rasa hormat ataupun merendahkan pendapat para pendahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada daerah yang mengakibatkan budaya dan kebiasaan menjadi berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu ini mengandalkan peralatan hasil dari pemikiran, "bagaimana caranya agar dapat menaiki, bergantungan dan mencapai titik tertinggi" (aid climbing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang satu mengandalkan apa yang dinamakan full kemampuan fisik. Memegang, memijak, meliukkan tubuh mencari keseimbangan grafitasi dalam caranya mengurangi beban kerja otot sewaktu menuju mencapai puncak dan apabila beban kerja tubuh mengalami kelelahan ataupun pada saat yang tak terduga yang tiba - tiba saja.....weiiiit aaaaaaaaaa!! (jatuh)ah.. tergantung ....Alat menjadi pendukung dalam mengamankan pemanjatan. .... (free climbing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan saja kita memilah dan memilih mana yang kita sukai dari keduanya, yang jelas itu namanya tetap panjat tebing...meskipun nanti pada perkembangannya akan kita temui banyak sisi muka yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku yang memiliki kemampuan yang terbatas, hampir dari beberapa sisi muka yang berbeda pernah dilakoni tanpa harus memojokkan jenis yang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedikit kita mengutip kata dari beberapa orang teman yang berkata "memang terkadang panjat tebing mampu membuat seseorang merasa special dan melambungkan kita ( setidaknya dalam pikiran)tetapi paling tidak hal ini mampu memotifasi ke arah yang lebih positif, daripada melamun tentang sesuatu yang syuuuuur (hanya latihan satu otot tertentu kalau ini ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kita diajari untuk menunggang rasa takut yang kemudian lama - kelamaan, rasa takut itu dipelihara agar kita dapat lebih menghargai sebuah kehidupan dan kesadaran magis bahwa selain memanjat secara fisik kita juga memanjat secara batin (berdoa mas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantu beberapa orang untuk jadi pemanjat... ternyata mudah. Yang rumit adalah ketika membuat pemanjat untuk jadi orang, ini yang rumit, arti dari kalimat disini adalah ketika mereka merasa sangat mampu dan superior sedikit demi sedikit mereka lupa diri (ego), tetapi inilah yang dinamakan sebuah proses, semoga saja nantinya akan bermetamorfosa menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika demam mulai terasa, otot sakit akibat beban yang berlebihan, badan kaku tak bisa digerakkan bagai malaria...pikiranpun tak lantas menyesali apa yang sudah dipilih. Jika memang itu menjadi langkah awal dalam mengawali latihan memanjat tebing, untuk para pemula sebaiknya ikuti saran bagaimana agar kondisi awal tidak menjadi sangat tragis dan berlebihan. Mencari seorang instruktur atau pelatih panjat tebing menjadi keharusan, karena panjat tebing sendiri adalah aktifitas dengan realita resiko, apabila dilakukan tanpa ataupun petunjuk dan ditemani oleh mereka yang paham dan mengerti benar, bukan tidak mungkin kalau itu akan menjadi bumerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman semakin maju, parameter semakin jelas, prosedur juga semakin ketat dan terus di sempurnakan, alat sudah banyak dikembangkan...dan matahari bersinar cerah, angin ga kuenceng - kuwenceng banget, apalagi yang kita tunggu.... To Be Continue&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7063869946021708041-3997517897916446930?l=matahenry.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://matahenry.blogspot.com/feeds/3997517897916446930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/04/ekspresionisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/3997517897916446930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7063869946021708041/posts/default/3997517897916446930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://matahenry.blogspot.com/2008/04/ekspresionisme.html' title='Ekspresi PANJAT TEBING'/><author><name>mata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240765110861241476</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_J5uHKiUB5A0/SBwz1FURDgI/AAAAAAAAAAw/djfo59z9qjA/S220/HENRY30.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_J5uHKiUB5A0/SA86C1URDdI/AAAAAAAAAAc/GJHGmnvwYgU/s72-c/CAGHIVW1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
